Search This Blog

Friday, December 31, 2004

Quantum Leap

Ketika semua orang tiga perempat kalap menyusun strategi baru demi masa depan yang tidak kunjung datang, masa sekarang yang berubah cepat menjadi masa lalu, dan masa lalu yang sering terlupakan……….
Sahabat saya sedang berharap kalo masa sekarang akan segera cepat menjadi masa lalu..
Sahabat saya yang lain berharap kalo masa lalunya menjadi masa sekarang..
Sahabat yang satu lagi malah tidak tahu kalo dirinya sedang berada di masa lalu, masa sekarang atau masa depan..

Dan saya…..
saya.....

Saya sedang bergumul dengan masa lalu di masa sekarang yang semoga tidak berlanjut di masa depan..

Thursday, December 30, 2004

- X - = +

Bathroom #217
17. 05
Saatnya pup sore. Aktifitas yang menyenangkan; karena lo bisa sendirian, dan bisa jadi yang sebener-benernya. Inspirasi bisa datang dengan deras. Dan yang terpenting adalah rasa buang tinjanya itu sendiri. Geli-geli enak.
Oh, ya..jangan lupa bawa peralatan buang tinja; my own particular Marlboro Lights + koran + HP, buat smsan kalo bosen.

Messaging – Write New – Text Message

“Berlebih gak kalo gw ikut jadi sukarelawan aceh?”

Continue – Phonebook look up
Select
– Apriando – Select - Send

Text message received from: Apriando
Read now?
Yes!

“Nggak. Follow ur heart..”

Uhmm…. Plung….. Euhh..

Sambil tetap berjuang mengeluarkan calon lemak (baca: tinja), gue mencoba mengobrol dengan si hati. Bener gak ya, kalo keinginan ini (jadi sukarelawan) benar-benar datang dari hati? Atau ada yang lain?!

Uhmm…. Plung….. Euhh..

Messaging – Write New – Text Message

“Mmh, setelah dipikir2, gw gak tulus deng. Soalnya keinginan itu datang karena gw Cuma pengen ‘lari’ dari rutinitas. Is that a bad thing?”

Continue – Phonebook look up
Select –
Apriando – Select – Send

Text message received from: Apriando
Read now?
Yes!

“U’re a bad boy”

Tai nih orang. Kaya Tai yang lagi gue keluarin.
Tapi dipikir-pikir, ternyata, mungkin, kita sering melakukan suatu kebaikan dengan dasar atau niat yang kurang baik. Melakukan suatu positif dengan niat negatif. Membuat positif dari negatif. Negatif kali Negatif sama dengan positif.

Sama seperti ‘perkawinan’ kamuflase.
Atau, pernah senyum atau mengajak mengobrol seseorang hanya karena tidak ingin diajak ngobrol atau senyum oleh orang yang tidak dikehendaki?

Apakah kita sudah berubah menjadi seorang oportunis?

Continue – Phonebook look up
Select – Apriando – ………….

Haaaa.. saya terdiam seperti patung bebek toilet, membaca nama teman sms-an saya ini ..
Orang inii.. dia salah seorang yang membuat saya ketagihan. Ketagihan berinteraksi. Entah karena dia memang seseorang yang baik, atau karena saya melihat diri saya 3 tahun yang lalu di diri dia? ..
Saya seperti menemukan bagian diri saya yang hilang dengan dia..

Yang mungkin hilang karena saya keseringan mengerjakan sesuatu yang baik dengan ‘niat tidak baik’..

Wednesday, December 29, 2004

Tutup Buku

Diantara manusia-manusia yang merasa dirinya sakti; Selalu menggunjingkan orang, Senang menusuk dari belakang bahkan di depan, Senang mengadu domba, Senang berakting, Senang mencari keuntungan dari penderitaan dan kelemahan orang, ……..

Saya bersyukur, masih bisa menemukan manusia-manusia yang mau menerima saya, apa adanya.
Memang sulit untuk berkata terus terang sejujur-jujurnya tentang siapa saya sebenernya, apa adanya. Tapi saya tahu, juga sulit sekali menerima seiklas-iklasnya seseorang sebenar-benarnya, apa adanya.

Terima Kasih

Terbakar Buas

Jam 00.38
Kami, empat manusia yang dipersatukan dalam rasa dan asa, sedang terbelalak tanpa kedip dengan mulut ternganga, seolah tak percaya dengan tayangan berita TV yang sedang memperlihatkan korban badai tsunami. Sungguh menyedihkan dan memilukan. Lalu tayangan terpotong insert salah satu acara TV tentang ‘kejamnya dunia’.

“Menurut lo, kenapa sih manusia punya kecendrungan buat menikmati penderitaan orang? Contoh paling gampangnya aja, tayangan-tayangan TV yang ngulas tentang penderitaan orang atau kriminal biasanya dapet rating tinggi! Atau tayangan infotainment yang beritanya ‘biasa-biasa aja’ kaya perayaan ulang tahun, perayaan perkawinan (yang tanpa masalah), atau opini tentang sesuatu, pasti komentar kita ‘ahh gak seruu nih!!”

“Bukan menikmati kali, tapi itu buat ngingetin aja kalo kita sebagai manusia punya kemungkinan buat ngalemin hal yang serupa”

Okeh, pembicaraan terhenti. Karena kami sebagai manusia juga diingatkan oleh rasa kantuk pertanda beberapa organ tubuh ingin beristirahat.

Jam 02.48
Terdengar suara sirine yang masih absurd.

“Eh kayanya ada kebakaran, ya? Kok kaya sirine pemadam?”

Tidak ada jawaban. Dua teman tidur pulas (atau sok pulas?). Satu teman sedang mengobrol maya dengan harapan dan imajinasinya.

Jam 03.09
TV mati. Komputer Mati. Yeah. Lampu mati.
Suara sirine makin terdengar nyata.
Satu teman yang tidur pulas terbangun dan keluar kamar melihat keadaan..

“Haaa! Gede banget apinya! Gak jauh dari sini! Dipinggir jalan raya! Kayanya restoran deh!”

Dan memang benar. Satu restoran yang jaraknya kalo ditarik lurus sekitar 10 meter dari tempat kami, terbakar buas. Para tetangga berkerumun keluar rumah. Beberapa diantaranya menontong dari balkon rumah masing-masing.

“Ayo kita lihat dari deket?!”

“Ah ngapain sih? Kita tidur aja”

“Eh kapan lagi? Buat bahan obrolan besok?! (bahan siaran)”

“Eh, celana gue mana?”

“Punya jaket gak?”
“Pake BH nya!”

“Bawa Lighter doong, masih punya rokok kan?”

“Eh jangan lupa bawa snack!”

“Ada yang jual roti gak ya di deket yang kebakaran?”

“Bawa HP! Ntar kita rekam”

Jadilah kami berempat, manusia-manusia yang harus selalu diingatkan, bertamasya subuh melihat restorang yang cukup terkenal di Bandung, luluh lantak karena terbakar. Teman saya, sibuk dengan snacknya. Sementara yang lain sibuk merekam video, dan foto-foto di depan TKP. Sepertinya panas Api tidak akan bisa menghalangi segala ke-eksis-narsisan.

Satu usulan untuk produser acara Reality Show, bikin deh acara ‘bakar rumah’. Mungkin bisa dapet rating tinggi.

Friday, December 24, 2004

Tolong cari

THIS POST is CURRENTLY DELETED.
PLEASE read JOKER. ADA LELUCON DI SETIAP DUKA.
Available now at your nearest book stores!

Thursday, December 23, 2004

After Lunch

Tekan sana Hisap Sini
Cium sini Jilat sana
Endus sana Lenguh sini
Terengah sini Gigit sana…

“Ahhhhh.. Sayang kamu!!!”

"Ooouhhhh ?!?!?!"

Gak butuh tissue
Keluarin dalem kok..


Bah..
Andai dia tau
Saat-saat paling tidak jujur adalah saat intercourse sampai sesaat setelahnya..
Karena saat itu rasa dan hati sering termanipulasi oleh sinyal rasa nikmat yang dikirimkan oleh otak..

Tekan sana Hisap Sini lagi..
Cium sini Jilat sana lagi..
Endus sana Lenguh sini lagi..
Gigit sini Terengah sana lagi…

“Ahhhhh.. Ss-ssay..sss..."

sss...ss..STOP!!!!

Wednesday, December 22, 2004

What's with The Future?!

Benarkah memang ada suatu masa depan?

Benarkah kita sedang berjuang demi masa depan?

Apakah kita memang akan menuju suatu masa depan?

Jika masa sekarang akan selalu jadi masa lalu,

Dan kapan jika masa depan itu datang?

Monday, December 20, 2004

Fags Talk

Malam-malam
Setelah ngupi ngupi ganteng (+ngangkang)

I hope you can forgive me for that time, when I put my hand between your legs and said it was small.
Cuz its really not at all ! On the day you realize how amazing you areYou're gonna leave me


“Gue sebenernya kecewa. Kesan pertama sih laki abis, tapi lama-lama kok jadi ngondek ya?”

You're the only one who holds my hair back when I'm drunk and get sick.You're the only one who knows exactly what I mean


”Mmh, kalo sifat lainnya gimana? Mungkin bisa menutupi ‘kengondekannya’ itu?”

”Setia banget sih. Tapi yah jadi agak ilang feeling aja. Pengen yang laki banget! Susah deh”

Well I saw you with your hands above your head,spinning around, trying not to look down,but you did, and you fell hard on the ground

“Aduuuh, hari gini masih nyari yang laki banget?! Lo peletekin aja tukang kuli bangunan! “

And I probably forgot to tell you this,like that time I forgot to tell you about the scar.Remember how uncomfortable that made you feel?


“ ahh lama-lama pasti ngondek juga!”

“Tuh kan? Liat pattern nya gak? Kalo emang tetep pengen yang laki banget, lo ganti kenti ke meki aja… “

“heu? Kurrrang ya??! :P "

See you're not what I expected, but you're the only one who knows how to handle me and you're such a great kisser and I know that you agree! (=taken from Maria Mena : You're The Only One)

Kecoa Terbang

Terbangun pagi…

Dedaunan busuk jatuh melayang.
Sinar matahari menusuk Pori.
Kecoa Albino terbang.
Awan gelayutan berdiam diri

Ada yang tidak beres!!

Kuputuskan bermalam sendiri.
Di salah satu Villa Lembang
Teriak sepuas-puasnya dari hati
mengeksplor sedih sedalam-dalamnya..

Sekarang..

Selamat datang jiwa baru
Akan kubunuh rasa lama
Akan kutendang harapan semu
Siap-siap saja…

Hei kamu! Cepat menyingkir! Baca saja blogspot yang lain!!!

Wednesday, December 15, 2004

Hening Bergeming

Di bawah bulan dan kepulan asap tungku di dapur Rich CafĂ©. ( saya agak keberatan dengan penamaan ‘rich’ .. maaf astrid :)

Lagi supper dengan sahabat lama yang merasa sudah sangat mapan dengan hidup dan pasangannya.

“ Gue salut sama lo, bisa mertahanin hubungan ama cewe lo dari sejak kita belum tumbuh bulu. Udah 12 tahun kali ya? “, gue membuka percakapan setelah hening selama kurang lebih setengah jam.

Maklum dia sahabat gue banget. Karena saking deketnya, ‘hening’ pun bisa menjadi ‘percakapan’ yang sangat seru.

“ Mmh “ , dia tersenyum, “ Gue jarang cemburu kali ya? Begitu juga dia. Percaya deh, hidup dalam kecemburuan bener-bener bikin cape dan bikin susah nikmatin hidup”

Gue tersenyum kecut. Tanpa arti. Hmm.. berusaha tanpa arti.

“ Cemburu adalah emosi yang bersifat korosif yang berakar dari rasa kurang percaya diri !!”, Matanya menatap Sereh Ice Tea seakan-akan minuman tersebut punya kesalahan besar.

Hhhm. Gue kembali terdiam. Gak tau apa yang harus gue omongin.

“Tung Teng Ting Tung Teleleleleleng…..”
Message alert 6 Sony Ericsson berbunyi.
Text message received from: XXXXXXX
Read now?Yes!

Bud masih ama laki gue kan lo? Kalo udah mau cabut, miskol ya? Di rumah gue masih ada si XXXX. Baru Foreplay neh.. heheheheh... LuvYa !

Gue langsung hapus pesan dan kembali terdiam.
Dia sahabat gue banget. Karena saking deketnya, ‘hening’ pun bisa menjadi ‘percakapan’ yang sangat seru…

Monday, December 13, 2004

Minyak VS air

THIS POST is CURRENTLY DELETED.
PLEASE read JOKER. ADA LELUCON DI SETIAP DUKA.
Available now at your nearest book stores!

Chicken Shit For An Asshole

Pulang kerja ; penuh penat dan pegal (padahal sesiangan cuma duduk dan ngetik aja kok----maklum pengen dianggep ‘sibuk banget’)

Gw duduk sendirian hanya demi secangkir caramel machiatto hangat di starbucks ciwalk, sambil menikmati sekumpulan manusia yang saling berinteraksi. Mereka saling tersenyum, cemberut, tertawa, dan menggerayangi. Bah! Cari tempat deh!

Ketika jempol sedang sibuk-sibuknya memutar gerigi lighter yang macet buat nyalain rokok, ternyata ada ‘jempol’ lain yang sibuk menggerayangi pundak gue dari belakang. Secara reflek gue menoleh ke belakang untuk melihat si pemilik 'jempol pelacur' itu.

“Hai!! Apa kabar?!?!”, sapa dia, sehangat minuman yang masih gue genggam dari tadi. Dia adalah seorang perempuan manis berumur 20 an. Mmh tepatnya 21. Kelihatan dari sudut matanya yang belum berkerut. ( sok tau ).

Sambil meneliti muka dan poni khas gadis pasaran jaman sekarang (belah samping.. DUH! ), dia kembali membuka bibir kecil merah menyalanya.

“Masih inget gue kan?”

Ahhh, sial! Itu dia cacatnya gue; kurang mampu untuk mengingat nama seseorang. Biasanya alat bantu gue untuk mengenali seseorang adalah dari bentuk anatominya saja; seperti wajah, payudara, penis. Sedangkan dia mempunyai profil yang pasaran (mmh ingat, dia memiliki poni samping!). Jadinya gue ragu apakah memang pernah mengenal dia sebelumnya.

“Oohh masih inget dong. Masa lupa?! Hahahaha”, gue tertawa palsu dan berharap jadi liliput agar bisa sembunyi di dalam cangkir caramel machiatto itu. Tapi karena itu mustahil, gue cuma bisa menggigit ujung cangkir, untuk mengalihkan rasa bersalah. (sambil berharap agar dia segera pergi)

“Siapa coba nama gue? SIAPA COBA?! SIAPA COBA?!”,

Tai. Coba aja gue gak ngopi sendirian! Gue kan bisa sok-sok ngenalin dia ke temen gue biar dia nyebutin namanya!

“Hayo!! gue SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”

Wah ganggu banget nih. Gue kembali menyeruput kopi, sambil tetap tersenyum; berusaha keras mengingat namanya.

“Mmh? Siska? Yusi? Ani?!”

“Bukan?! Hayo!! SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”

Gila! Ganggunya udah stadium 5! Emang dia sepenting itukah ampe gue punya dosa besar karena lupa nama pemberian orang tuanya?! Terus terang aja, memori otak gue gak sepadan dengan banyaknya nama-nama orang yang udah gue ‘kenal kambing’. (kenal selewat lalu lalang).

Dengan raut kecewa seperti menahan diare 4 hari, dia langsung meninggalkan gue (yang masih sibuk mencari nama pas untuk dia) dan karyawan starbucks yang juga nampak terganggu dengan kata-kata “Hayo!! gue SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”

Gue berusaha tampak santai dan ganteng, dengan cara kembali mennyeruput kopi ..dan…

Hah! Habis!!!!!!!!!!!

Anjing Babi Kampret! Gue jadi gak menikmati caramel macchiato gue gara-gara …. Eh siapa namanya?!? SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!

Ehem, ternyata temen gue juga ngalemin hal yang sama dengan ‘cewe poni
samping’ itu. Cuma settingnya di bioskop BSM, persis dengan ‘modus oprandi’ yang
sama; colak-colek- nyapa basa basi- dan diakhiri dengan “Hayo!! gue
SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”
Entah apakah dia memang seorang karakter yang terlupakan, atau mungkin
memang dia belum pernah dikenalkan!!

Wednesday, December 08, 2004

My Morning Coffee

Jam 09.30 ; udah telat sejam buat masuk kantor!!!
Ah, gue cuma belagak panik kok, wong tiap hari kaya gitu..

Tapi, tetep… gue susul semua mobil di jalan raya yang pagi ini tampak lelet semuanya. Kalo perlu pejalan kaki pun gue senggol demi gak telat!

Ahhhhh lega. Sudah di jalan Merdeka, tinggal ‘selangkah’ lagi ke jalan Asia Afrika. Tenang aja bentar lagi nyampe..

Ah, gue cuma belagak tenang kok, wong tiap hari kaya gitu..

Tapi……!!!!!!!!!

Ada dua palang besar seperti tangan robot tiba-tiba bergerak menghalangi jalan! Anjing! Kereta Api bajingan! Gantian dong sekali-kali lo yang berhenti! Biar mobil yang lewat!!

Belum kelar emosi, terdengar seorang suara wanita setengah baya berintonasi penjual jamu dari balik speaker ‘misterius’

“ Kepada pengguna jalan raya. Ini adalah palang kereta api. Harap hati-hati. Masih banyak jalan yang belum berpalang. Jangan menerobos… Bla Bla Bla.. Bla.. Bla…”

Gak heran kalo kita sering dianggap bodoh dan berkelakuan seperti anak kecil. Wong tiap hari kita diperlakukan seperti orang bodoh dan anak kecil.

Ah, gue cuma belagak kesel kok, wong tiap hari juga kaya gitu..

After Glow

Jam 15.30

Kami, pekerja keras yang berpacu dalam waktu demi identitas-status-harga diri-dan terpenting uang, sedang merasa pengap di ruang kerja bekas kamar hotel yang ber AC dan non smoking area. Uuh siapa yang tahan?!

Untung kami punya ‘terowongan asap’; terowongan penghubung gedung kamar dan lobby-resto yang sering kita pake buat tempat ngeroko.

Jangan pernah mikir ada kebakaran di sini kalo melihat satu titik asap mengepul kebal, itu pasti kami sedang merokok.

Pergilah kami ke terowongan asap, dengan alasan masing-masing dengan tujuan yang sama.

Yang satu, beralasan ‘ingin mencari udara segar’, sambil merokok..
Yang satu lagi, curhat tentang ambisi hidup yang kuat, sambil merokok..
Lihat ada yang janggal gak?!

Wednesday, December 01, 2004

Ada untuk Tiada

Belum bisa orgasme
Apalagi ereksi
Ragaku cape
Kulup harus diamputasi

"Anak laki-laki yang disunat, berdasarkan riset, memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi dan terserang penyakit seksual menular. Namun, penemuan ini pun menimbulkan dilema. Apakah dengan begitu orangtua berhak memotong kulup anaknya secara sepihak dan semena-mena? Ataukah membiarkannya tetap utuh, dengan kemungkinan mereka rentan terhadap penyakit atau infeksi?"


Oh okay. Kalo emang gak ada fungsi dan bisa membuat gue lebih baik, gue rela deh penis nya di sunat..,

Daging teriris pisau panjang
Kulit terjerang benang
Darah mengering
Usus terbuang..

“USUS buntu atau apendiks atau umbai cacing hingga saat ini fungsinya belum diketahui dengan pasti, namun sering menimbulkan keluhan yang mengganggu. Bila terjadi peradangan, harus segera dilakukan pembedahan untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. Sebenarnya, istilah usus buntu yang sering digunakan kurang tepat, karena yang disebut usus buntu itu adalah sekum, yaitu bagian akhir dari usus sebelum mencapai anus.”

Oh okay. Kalo emang gak ada fungsi dan bisa membuat gue lebih baik, gue rela deh usus buntu, atau apendiks, atau umbai cacing (apapun!) dipotong..,

Kepala migren
Syaraf terantuk gusi
Liur Menggumpal
Gigi graham diaborsi


“Gigi graham kiri belakang kamu ini sebenarnya sudah tidak berfungsi. Kalo maksa ditambal, nanti akan bereaksi lagi. Repot kan kalo bongkar pasang? Cabut aja ya?”

Oh okay. Kalo emang gak ada fungsi dan bisa membuat gue lebih baik, gue rela deh gigi graham nya dicabut..,

Keluar dari mimpi
Minum kopi
Liat cermin aku merenggut
Jenggot minta dikurut


"Mmh, jenggot buat sebagian orang dianggap jimat. Penambah aksen macho buat sebagian laki. Dianggap sebagai hebatnya gairah seksual buat perempuan (dan laki juga). Tapi bagi gue, membuat kesan belum mandi. Apalagi jenggot gue nyambung dari dagu ampe ke dada. Sexy? Gak juga ya? Jijik? Mungkin.."

( Ketika gue sibuk membabat habis jenggot, sahabat saya sibuk mengoles minyak kemiri yang konon bisa menumbuhkan bulu di sekeliling mulut dan dagu membentuk lingkaran. isn't it ironic? )

Searah dengan arah shaver ke arah tumbuhnya bulu, otak gue berfikir ke arah realita yang menimbulkan sebuah ( dua buah ) pertanyaan..
Benarkah ada sesuatu tercipta tanpa fungsi?
Kenapa ada yang ada untuk tiada?