..Gak ada manusia jenius kalo gak ada manusia tolol..

Monday, March 28, 2005

2 situasi 1 perkara

THIS POST is CURRENTLY DELETED.
PLEASE read JOKER. ADA LELUCON DI SETIAP DUKA.
Available now at your nearest book stores!

Sunday, March 27, 2005

Harga sebuah ...

Ketika harga diri dipertanyakan..
Ketika keyakinan orang dipertaruhkan..

Dia menciptakan sebuah situasi,
membuat sebuah percakapan
memberikan barang bukti

Untuk membentuk harga diri
dan meyakinkan orang orang

Uang dihamburkan,
sahabat ditelantarkan,

harga diri dan keyakinan orang lainpun ditindas,

nyawa pribadi bahkan orang tersayangpun dipertaruhkan..

Kebohongan terbuat untuk menutupi kebohongan lain
Begitu seterusnya

Begitu pula kamuflase,
Akan terbuat secara kontinuiti

Sehingga pada akhirnya,
akan tercipta kamuflase,
untuk menutupi kamuflase itu sendiri..

Betapa mahal harga sebuah kamuflase..

Friday, March 25, 2005

Rumah Muna

Satu tahun sudah
Serumah dengan ratu (dan raja) drama

Wajah sok polos
Tegur sapa
Puja puji
Di depan

Gunjang ganjing gunjing
Fitnah parah
Hina dina
Di belakang

Akting tololmu itu
Membuat sayapun belajar berakting

Akal licikmu itu
Membuat sayapun menjadi lebih licik.

Seyum buatanmu itu
Membuat sayapun tersenyum lebih dibuat dibuat

Intrik intrik bodohmu itu
Membuat sayapun mengatur strategi intrik yang lebih bodoh

Tapi cukup !!!

Saya tidak perlu piala-piala akting ketololan dan drama-drama kemunafikanmu itu

Keputusan sudah bulat
Saya keluar dari rumah.

Ternyata, munafik dan licik itu menular…

Dianaaa

Dia berjalan angkuh
Dagunya diangkat
Bibir kanan naik keatas
Alisnya naik

Kancing dibuka dua
Bersuara keras
Tertawa-tawa menghina orang
Membuka aib teman

Kasihan dia
Minder berat
Tidak nyaman dengan dirinya sendiri
Takut akan kenyataan

Sudah.. maklumi saja dia..

Satu

Mono

Single

Solo

Tunggal

Se-


Semuanya sama sama Sendiri. Sepi. Sunyi. Hening.

Tolong…

Secret Keeper

Satu teman datang tengah malam
Bawa rahasia menggemparkan

Rahasianya tentang seorang teman
Yang juga sering datang berahasia

Andai mereka saling buka rahasia,
Pastinya tidak akan sibuk saling bongkar rahasia..

Friday, March 04, 2005

The Truth about Lying

Pilih mana?

Kebohongan yang menyenangkan atau kejujuran yang menyakitkan?

“Mah, ngelahirin sakit gak sih? Takut liatnya iihh!”
“Ahh, rasanya kaya lagi pup kok. Gak akan sesakit yang kamu bayangin”

“Om, tadi liat petir serem banget!”
“Loh kenapa serem? Coba perhatiin, petir bikin langit indah lagi, kaya nonton perang laser…”

“Kayaknya dia membuang gue perlahan deh..”
“Bukan, waktunya lagi gak tepat. Saat ini bukan dia yang terbaik”

…………..
“Lo terlalu baik buat dia”

…………….
“Ada terlalu berbakat dalam bidang pekerjaan ini.”


Tanpa sadar, kita berusaha membuat sudut pandang yang menyenangkan disertai sisi positif (yang kadang bohong) untuk menerangkan objek yang sebetulnya mengerikan (atau menyakitkan?) pada anak kecil atau seseorang yang tidak ingin kita sakiti (dengan kenyataan?)

Gak heran, kalo anak kecil dengan kepolosannya akan melihat dunia sangat menyenangkan. Atau tepatnya dunia yang telah kita bohongi sedemikian rupa agar terlihat menyenangkan.
Kenapa kita tidak dibiasakan untuk menerima dunia apa adanya, kenapa kita tidak dipersiapkan untuk menerima kejujuran yang menyakitkan dari kecil.

Bilang saja terus terang kalo melahirkan adalah momen indah sekaligus sakratul maut antara hidup dan mati.

Terangkan juga kenyataan apa yang menyebabkan adanya petir sekaligus cerita beberapa manusia yang gosong terkena petir.

Dapat dibayangkan, berdasarkan pengalaman sendiri, kita semakin bertambah umur, akan semakin terbelalak mata atau bila kurang beruntung, akan jantungan, melihat ternyata kenyataan di dunia begitu mengerikan; tidak seindah (yang ternyata) kebohongan-kebohongan yang kita dapatkan.

Manusia-manusia semakin bertingkah polah busuk demi kesenangan pribadi, atau dendam pribadi.

Saling memfitnah dan membohongi. Sekali lagi demi kesenangan pribadi, atau dendam pribadi.

Rasa takut, rasa tidak aman semakin menjadi-jadi.
Kemanakah kebohongan kebohongan yang menyenangkan itu?

Karakter Mary yang diperankan dalam Kirsten Dunst dalam film Eternal Sunshine of the Spotless Mind, mengatakan, “It’s beautiful when you look at a baby. It’s so pure and so free and so clean. And adults are,,like,, this mess of sadness..and phobias…”

Dalam film ini pun, kita menemukan dua hal sekaligus berkolaborasi; kebohongan yang menyenangkan dan kejujuran yang menyakitkan : You can erase someone from your mind. Getting them out of your heart is another story.

Atau coba periksa lirik lirik lagu yang mengagung-agungkan kebohongan yang menyenangkan..

Sheryl Crow : I shall believe
“…..Even it is a lie, say you will be al right. I Shall believe…”

Strong Enough
“…...Lie to me, I promise I'll believe….Lie to me, but please don't leave..”

The cardigans : Love Fool
“…..Love me Love me… Pretend that you love me…”

Tapi harus diakui, kebohongan yang menyenangkan dan kejujuran yang menyakitkan bukanlah pilihan, tapi satu kesatuan.

Kebohongan yang menyenangkan dibuat untuk menutupi kejujuran yang menyakitkan.

Hmm..atau kah kita sekarang ini hanya diberi satu pilihan? Kebohongan dan kejujuran yang sama-sama menyakitkan?

Ataukah kita hanya selalu membuat kesenangan menjadi sebuah kejujuran atau kebohongan yang menyakitkan?

 
http://www.emailcashpro.com
  • Addry Danuatmadja
  • Alti Sulyandini
  • Ayah dan Ibuku di masa lalu
  • Bang Ebby
  • Claudia Lengkey
  • Dechil
  • Dicky Cuz
  • Dody Priambodo
  • dQ
  • Enda Nasution
  • Fitri Bintang Timur
  • GengGeus
  • Herman Saksono
  • Icha Rahmanti
  • Luigi Pralangga
  • Magdalena Pinky
  • Manik Laluna
  • Marco Anjasmoro
  • Ninien Soekanto
  • Reina Wulandari
  • Pandji Pragiwaksono
  • Phil Oz
  • Sogi Indra Dhuaja
  • Taufik Imansyah
  • Usi Usi
  • Whetandri Ramadhan
  • Willy Apriando
  • Yulie
  • Zessi Fally