Search This Blog

Tuesday, February 28, 2006

Sore penuh misteri

Ada beragam alasan kenapa seseorang begitu mencintai proses sang surya ketika beranjak tenggelam (Sunset gituu..) Dan kadang alasan tersebut tidak dapat kita jelaskan. Kita hanya mencintainya, itu saja!

Saya tau alasannya!
1. Semakin yakin kalo Tuhan itu ada.
2. Sebagai wujud syukur bahwa kita berhasil hidup melewati satu hari lagi..

Seperti sore tadi, saya terkesima melihat langit yang begitu indah. Saking indahnya, saya berhenti di tepi jalan Surapati (Bandung), membuka jendela mobil, dan mengabadikan langit senja sedemikian rupa, yang baru saya pertama kali saya lihat.

Sinar matahari sore tadi begitu aneh, karena tidak berpendar seperti biasa, tapi hanya memancar pada satu sudut dan memanjang mengelilingi bumi (lihat foto dibawah). Sekilas menyerupai pelangi satu warna. Setelah diperhatikan lagi ternyata mirip cincin yang mengelilingi bumi. Serasa berada di Saturnus! Malah teman saya yakin sekali itu adalah sinar dari pesawat alien.. :D




Sayang, media yang saya pakai tadi cuma kamera ponsel, jadi hasilnya kurang maksimal. Oh, ya, saya juga sempet merekam video, tapi ya video ponsel juga. Yang mau liat hubungi saya aja..



Saya sampai bertanya-tanya apakah nama fenomena alam ini. Malah ampe browsing di internet segala. Tapi setelah dipikir-pikir, saya tidak mau mengetahui apa penyebabnya. Saya ingin kembali melihat fenomena tadi dan kembali terkesima, terbelalak dan terpukau tanpa harus tau penyebabnya. Ada kalanya kita gak perlu tau terlalu banyak. Biarkan sesuatu tetap menjadi misteri. Karena misteri itu indah.

Dan kadang menjadi bodoh itu bahagia..

Monday, February 27, 2006

Blibet

Pernah bermaksud mengeluarkan suatu kata tapi ketika sampai di lidah bunyinya menjadi lain, bahkan berubah makna sama sekali? Otak ama lidah gak singkron gitu dehh..




Hari ini saya melakukannya 5 kali!

1. Pas lagi presentasi
Niatnya ngomong ‘comparing’, terus gak sengaja ngelirik tulisan ‘ comparison’, bunyinya jadi ‘Compeyrisyong’

(situ Cong?)

2. Pas lagi ngobrol sama keponakan
Niatnya ngomong ‘ikan hiu’, terus liat ikan paus di TV, bunyinya jadi ikan pius’

(ikan paus tirus.. :)

3. Pas lagi ngobrol sama temen
Niatnya ngomong ‘heran’, tapi di otak ada kata ‘aneh’, bunyinya jadi hernah’

(mirip nama pembantu tetangga)

4. Pas lagi nulis blog
Niatnya ngetik ‘bibir bawah’, tapi buru-buru, jadinya ‘bawar’

(Hmm jadi inget menu ikannya Pak Chi Met .. J

5. Pas ngobrol sama dosen...
Niatnya ngomong ‘fakta penting’, gak tau kenapa (entah karena buru-buru atau terkesima dengan keanggunan dosen tersebut, keluarnya jadi ‘fucking’...

Ups..

Kenapa ya?!?!?

Sunday, February 26, 2006

Percakapan terlarang ( REPACKAGE :)

Setelah 50 hari melewati tahun 2006 dengan sehat wal afiat (alhamdullillah), ternyata masih terdengar percakapan-percakapan yang – alangkah baiknya – tidak lagi diucapkan lagi di tahun 2006 ini… Walaupun hanya sekedar untuk lelucon.

1. “Mana testimonial friendster buat gw?!!”

2. “Lo dari mana ?”
“Dari Keluarga baik-baik…”
Liat nomer 4!

3. “Kasian deh loo..” ( dengan telunjuk ngondek)

4. “Terima Gajih”
“Sama sambel”
Liat nomer 2!

5. “Lumayan lah, daripada lumanyun..”

6. “Situ OKE?!”

7. “Aeehh mateee”

8. “Yu ya yuuuu”
Liat nomer 12

9. “Mendingan ngegombal, daripada ngegembel..”

10. “Ke laut yu cari cewek. Kan cewe matre ke laut ajee..”

11. “We are not the first, but the best!”

12. “Telor onta telor puyuh.. Yuuuuuuu “
Liat nomer 8!

13. "eS We Ge Te EL..."

14. "Ya ampyun, towloong.."

15. "Tau ah gelap" (kadang di ucapkan cepat dan ganggu menjadi "Cau ah clap..")

16. "Oke dech...."

17. "Oke dech kaka..."

18. "Oke dech nene.." (Tekankan huruf 'N' dengan nada manja)

19. "Kali dech auww"

20. "Sumpeh Lo?! Susu tumpeh di muke lo?!"

21. "By the way anyway busway?.."

22. "Pling dos aah..."

Masih banyak seeh, kata-kata yang ‘NGGAK BANGET’ .. (tekankan jakun pada kata “NGGAK BANGET’).. Gila loe 2006 getooh.. (Sambil foto-foto pake kamera HP dari angle atas dengan pose menundukkan wajah untuk kesan tirus dan bola mata yang dibinar-binarkan) Tapi yah, secara pergaulan anak jaman ya bo’….

“I’m a loser baby, so why don’t you kill me..”
( Loser by Beck )


Tuesday, February 21, 2006

Magic or Tragic?

Pertemuan dengan teman-teman lama memang selalu saja ada cerita baru.. Bahkan cerita usang dan basipun dapat bermetamorfosa menjadi kabar yang spektakuler seiring dengan fakta-fakta baru yang berderu dengan waktu. (Aeehh, bahasa gue). Seperti bagaimana spektakulernya si X yang tadinya bejat, tiba-tiba sekarang berubah frontal menjadi alim karena pengalaman spiritual. Atau bagaimana drastisnya perubahan karakter si Y yang tadinya kurang percaya diri-minderan-pendiam tiba-tiba berubah menjadi slut-social climber setelah menghirup udara ibu kota.. :D

Hmm, Magis?? Atau tragis?!

Memandang segala sesuatu memang tergantung dari subjektifitas sudut pandang sang 'si pemandang' secara personal. Jadi sekarang, bantu saya dong, apakah se-emprit cerita dari kisah teman-teman saya di bawah ini adalah...

op tune : JENG JENG JENG!

Men voice over: MAGIC OR TRAGIC?!?!?

1. Nikah terpaksa karena MBA, baru 2 bulan usia pernikahan, ternyata keguguran.

2. Meyakinkan diri untuk puasa SEX untuk jangka waktu lama, tapi tawaran berhubungan intim malah datang bertubi-tubi. ( Aehh,laku neh?!? )

3. Diam-diam pindah keyakinan agar sama dengan keyakinan pasangan, tapi ternyata si pasangan melakukan hal yang sama!

4. Pura-pura nelfon, tiba-tiba bunyi! (Lupa di silent)

5. Berhenti ngerokok buat ngehargain pasangan, ternyata pasangan malah mulai ngerokok..

6. Nyari toilet kalang kabut karena perut mules edan, taunya e-e nya cuma seujung kelingking.

7. Malem pertama, tiba-tiba istri mens.

8. Barang elektronik rusak, hanya persis sehari setelah masa garansi habis.

9. Flirting-an sama orang sampai akhirnya ber-asyik masyuk. Ternyata diketahui orang tersebut adalah sepupu yang telah 15 tahun tak bertemu.

10. Pengen punya anak laki, tapi istri pengen punya anak perempuan. Lahirnya banci.. (Na udzu billahi min dzalik.

11. Sahabat sejati sejak TK sampai di universitas, sekarang jadi pemain bisnis yang bersaing dan saling menjatuhkan dengan cara teror dan fitnah, bahkan ancaman pembunuhan..!! ( "Wouoow..Uang..lagi-lagi uang.." )

Cerita terakhir tadi, membuat saya tidak bisa lagi cerita lebih banyak, demi menghargai perasaan teman :).

Maklum, teman pun bisa menjadi sesuatu yang berubah dari magis menjadi tragis hanya dalam kedipan mata saja... Liat aja pertemanan bang ruhut, bang anwar dan om roy :)



"Keep bitching, Back Stabbing....
Killing you can always count on me, for sure!
Thats what friends are for.. :P"


Ayo nyanyikan dengan bergandengan tangan dengan para sahabat!

PERHATIKAN PUNGGUNGMU!!

Saturday, February 11, 2006

Lava Latte

Malam-malam di sebuah Cafe yang hangat; tempat dimana kami – seperti biasa – para manusia individualis bersatu dalam komunitas inklusif. Siapapun bebas gabung asal nyambung...

Dalam regukan hangatnya tea-latte dan gigitan nikmatnya cocolan - nan enak - colenak, tiba-tiba satu topik terlontar dengan brutal..

“Hey kawan, ada yang pernah nyoba bunuh diri gak?”
............
........................
................................




Tak disangka - tak dinyana – tak diduga , semua mulut unjuk bicara. Saking antusiasnya, satu persatu harus menunggu giliran, sesuai dengan urutan kursi dimana kami duduk.

Kursi 1. Seorang pembawa berita di TV swasta, 26 thn.
Bunuh diri umur 19

Cara Bunuh Diri : Menjeduk-jedukkan kepala dengan keras dan berulang kali ke arah tembok.

Hasil : Pusing 49 keliling plus benjol. Sekarang bergabung dengan komunitas Punker.


Kursi 2. Seorang mahasiswi tingkat akhir, 27 thn.
Bunuh diri umur 16.

Cara bunuh diri : Minum sprite dan selusin panadol.

Hasil : Kejang-kejang dan tak sadarkan diri sampai di hari berikutnya.


Kursi 3. Seorang copy writer - creator sebuah Event Organizer, 29 thn
Bunuh diri umur 21, 22, 25

Cara bunuh diri : Minum alcohol cap tikus plus mukul kepala sendiri pake botol bir.

Hasil : Muntah-muntah- mabuk parah – tertawa-tawa dengan darah dimana-mana – dilarikan ke UGD. Oh ya, sampai sekarang dijauhi temen-teman mabuknya.


Kursi 4. Seorang pemilik Production House, 36 thn
Bunuh diri umur 18, 24

Cara bunuh diri : Menabrakkan motor yang ditumpanginya ke arah pagar rumah.

Hasil : Patah tulang rusuk dan kaki. Sim dicabut. Motor dirampas. Kena marah sang ayah. Diusir dari rumah.


Kursi 5. Seorang sutradara muda, 33 thn
Bunuh diri umur 22

Cara bunuh diri : Gantung diri di kamar kosan pake sarung plus tali rapia.
Hasil : Dapet malu.Entah karena lilitan sarung+tali rapia yang kurang kuat atau beban tubuh yang terlalu berat, ia jatuh terjerembab. Langit-langit kamar jebol, karena ternyata lilitannya disambungkan ke bekas gantungan lampu.


Kursi 6. Seorang marketing sebuah bank swasta ibu kota, 23 thn
Bunuh diri umur 20

Cara bunuh diri : Potong urat nadi pake cutter.

Hasil : Kesakitan sendiri, teriak-teriak minta tolong diantarkan ke UGD. Akhirnya berhari-hari demam panas tinggi akibat tetanus.


Kursi 7. Seorang full time blogger, 25 thn
Bunuh diri umur 19

Cara bunuh diri : Minum berpuluh-puluh butir pil tidur ( sebanyak dua genggaman tangan). Ditenggak sekaligus dengan diiringi lagu U2 – I still haven’t found what i’m looking for. Suasana benar-benar penuh drama.

Hasil : Mata kunang-kunang, panik, sesak nafas, panik, merasa tercekik, panik, suara Bono U2 terdengar semakin sayup-sayup, panik. Bangun-bangun di Rumah sakit. Dikelilingi orang tua dan keluarga.


Ternyata, sebagian dari kami pernah menantang malaikat maut...... dan sisanya, mengharapkan didatangi malaikat maut, walaupun akhirnya usaha tersebut gagal.

Uhm, kalau suicide-nya berhasil, mungkin saya sekarang ini sedang menulis blog di atas kursi pemanggang manusia yang batang besi panasnya menembus tubuh dari lubang pantat sampai rongga otak, dengan berpuluh-puluh cangkir minuman wajib teguk yang berupa panasnya lava yang dahsyat (lava latte?!) plus cocolan arang yang panas membara. Oh ya, panas besinya pun berputar agar semprotan api dari berbagai arah membakar rata seluruh tubuh.

A ‘udzu billahi min dzalika!

Penyebab kami ingin bunuh diri - gak usah ditanya lah - anda bisa bilang karena putus asa, atau kenyataan yang tidak bisa kami terima, atau sesuatu yang terlalu menyesakkan untuk disimpan di hati, beban yang terlalu berat untuk dipikul sendirian,

Yah... seakan-akan...
Seakan-akan....
kami tercipta hanya untuk menjadi lawakan dunia....
Dan hinaan para manusia...

Stop..

No drama please..

Saat itu, bunuh diri tampak seperti jalan pintas yang menyenangkan. Seakan-akan semua masalah akan lenyap, tergantikan dengan bebasnya kehidupan setelah kematian yang benar-benar membahagiakan! Melayang-layang kesana kemari – tertawa tertiwi – canda cindi...

(kenapa ya, kita punya kecendrungan punya pemikirian positif dengan kematian, tapi selalu su’udzon dengan kehidupan?)

Tapi ternyata maut memang bukan untuk ditantang, meskipun boleh dipertanyakan. Karena ketika mungkin saja malaikat maut benar-benar ada di depan kami - siap-siap menjalankan tugasnya untuk mencabut nyawa - justru satu-satunya yang kami - atau setidaknya- yang saya ingat, adalah rasa takut yang teramat sangat untuk meninggalkan kehidupan.

Penyesalan dan harapan penuh ke-optimisme-an hidup justru datang di ‘saat-saat terakhir’.

Kematian bisa menjadi pilihan, tidak seperti kehidupan.

Kita bisa mati kapanpun, boleh nunggu secara alami, maupun secara buatan (bunuh diri, euthanasia). Tapi sekalinya mati, tidak akan ada lagi jalan untuk kembali hidup di dunia.

Semua makhluk bisa mati, (apakah itu hewan, tumbuhan, dan juga manusia). Tapi, gak semua makhluk bisa hidup sebagai manusia.


Nggak usah berkerut marut karena bingung nanggung menelaah maksud dari kalimat-kalimat diatas..

Yang penting, mari siapkan diri menghadapi kematian yang semakin hari semakin banyak cara untuk menghampiri kita..

Hm, hidup itu relatif, mati itu mutlak..

Tuesday, February 07, 2006

Mobil Ayah

Sore yang cerah
Di bulan februari tahun sembilan limah
Aku berjalan-jalan memakai mobil ayah
Suspensinya empuk – berkabin luas – cet nya selalu terlihat basah
Kaca mobilnya membuat wajah siapapun - yang berada di dalamnya - nampak sempurnah..

Dan… Hey HEY Hayah!
Setiap orang yang berpapasan – terutama wanita - memberiku lambaian tangannyah!
Malah beberapa orang - yang melambaikan tangan dan wanita itu - memberikan ekspresi wajah terperangah!

Walah, aroganku semakin membuncah..
Sepanjang jalan , dagu ku selalu menengadah
Mereka semua pasti ingin bersamaku disini berdua sajah

Singkat ceritah…
Akhirnya sampai di rumah..
Jual pesona selesai sudah..
Ayahku tiba-tiba menghadang dengan mata penuh amarah..
Dia pun melambaikan tangannyah - juga dengan ekspresi wajah terperangah

Loh ayah, ada apah?!?!
Kok sama kaya orang-orang tadi, yah?!
Ada yang salah?

Sialan, ternyata lampu dim mobil ku – eh mobil ayah – dari tadi menyala tiada bergunah.

Aroganku sia-sia belakah..



Maklum waktu itu masih ABG,

1. sibuk nyari jati diri
2. haus perhatian
3. lapar pujian
4. sombong dengan barang-barang milik orang tua

Ups, 2 dari 4 poin diatas masih berlaku tuh. Oke..3 poin deng hehehe.… Ehem.. OKEH! Semuanya masih berlaku! :)