Search This Blog

Showing posts with label terkejut. Show all posts
Showing posts with label terkejut. Show all posts

Tuesday, July 02, 2013

Rapiin Gingsul, Eh Ketemu.. bisul?

Beberapa minggu lalu, setelah mandi pagi dan asyik ngaca-ngaca sendiri, saya memutuskan mau pasang kawat gigi.
Habis, seiring dengan usia yang kian melaju, gingsul ini gak ada yang pernah muji-muji lagi kalau saya tersenyum lucu.

Setelah foto panoramik dan cephalometrik di laboratorium, saya pun memamerkan rontgen rahang gigi saya itu ke dokter gigi.

Sang dokter menunjukkan beberapa gigi yang retak tinggal akar, atau terbelah dua bagai hati yang terkoyak.

“Kita terpaksa ambil yang sudah rusak ini ya? Kita rapikan jejeran atas dulu.” Kata sang dokter sambil mencuci tangan.

“Cabut berapa gigi, Dok?” Tanya saya sok tenang sambil berbaring-baring sok keren kayak anak pantai.

“Lima.”

“LIMA?! SEKALIGUS SEMUANYA SAAT INI JUGA?!” Persetan dengan sok keren. Ini benar-benar mengejutkan!

“Tenang, saya udah pernah cabut sekaligus 30 gigi.”

Setelah tusuk sana tusuk sini, lalu gusi terasa kebal, entah perangkat apa saja yang dokter masukkan ke dalam mulut ini. Ruang rahang mendadak riuh, dan semakin meriah dengan beberapa gigi mendadak pecah saat ditarik dokter dengan tang. Ada perayaan tahun baru di dalam sana!

Tapi syukurlah, kurang lebih satu jam, semua gigi bermasalah kini tereliminasi dan berjejer rapi di sebelah keran air kumur. Sempat terpikir untuk merangkai gigi-geligi itu untuk menjadi kalung pengingat kehidupan.

“Anda beruntung dateng ke saya dalam keadaan sehat. Gigi yang rusak ini bisa jadi sarana masuk kuman ke aliran darah, terus ngerusak organ-organ penting.”
Saya hanya mengangguk-angguk lemas, dengan buntelan kapas yang memenuhi mulut. Sesekali terisap darah segar yang mengaliri tenggorakan. Sedap juga. Pantes sekarang banyak film drakula.

“Setelah obat-obat ini selesai, anda datang lagi ya, kita bereskan barisan bawah. Cuma satu kok, yang akan saya ambil.” Dokter itu menunjuk foto di bagian gigi geraham yang dikelilingi gusi hitam. Gigi itu tampak melayang—dikelilingi ruang kosong.

Gigi geraham itu memang pernah sakit dan bengkak sekitar lima tahun lalu. Kalau boleh memberikan pembelaan kenapa sampai dibiarkan begitu lama, waktu gigi sakit, saya sedang bekerja di Saudi, dan terlalu waswas untuk ke dokter gigi di sana. Akhirnya saya redam sakit dengan berbagai painkiller, hingga akhirnya sakit itu hilang. Eh, ternyata masih sayang.

***
Seminggu kemudian, saya memenuhi janji untuk bertandang. Ada perasaan jumawa karena saya telah berhasil melewati pencabutan 5 gigi tanpa sakit. Satu doang mah, cingcay lah ya!

Prosedur awal pun dimulai; tusuk sana tusuk sini.
Loh, kok sakit ya? Biasanya ketika dibius, gusi hanya terasa digigit-gigit cantik saja. Ini kok, berasa lagi disilet-silet.

“Gusinya biru banget,” komentar Dokter sambil bolak balik ngambil suntikan. “Perlu yang khusus nih, sebentar ya.”

Saya sibuk menerka-nerka, apa maksud beliau 'perlu yang khusus', karena dia tampak lebih khusyu mencampur ini itu, dengan mimik wajah yang lebih relijius.

Saat gigi mulai terangkat, saya lantas berteriak.

“Ok oa iyu-a o-a – ea-aa,” maksud saya: Dok, obat biusnya kok gak kerasa?!
Sungguh, saya bisa merasakan gusi sekitar gigi tersayat dan terlepas paksa dari lapisan gigi. Rasanya sejuta kali lipat lebih perih dari salonpas yang tercerabut paksa dari dada yang penuh bulu. Dan tanpa bermaksud menambah efek dramatis, saya dapat merasakan lelehan darah yang mengaliri dagu. Horor. Sayangnya gak bisa foto, kan lumayan keren buat pajang di instagram.

“Tenang-tenang, ini gak akan sakit, kok, sebentar lagi, kok.” Dokter tersenyum berusaha menenangkan. Sayangnya senyum itu hilang dari pandangan seiring kelopak mata saya yang terpejam menahan perih yang amat pedih. Rasanya seperti kumpulan semua sakit gigi geraham lima tahun lalu menjadi satu.

“Tuh, sudah.” Dokter mengambil tisu dan membersihkan area bibir saya.

Saya menarik napas lega. Masih terasa nyut-nyutan, tapi yang penting gak akan diutak-atik lagi.

“Tinggal setengah gigi lagi.”

“AAAK?!” SETENGAH GIGI LAGI?

Lalu datanglah pengumuman yang sungguh menghentak jiwa.

“Sebagian gigi anda ini tertutup daging jadi.”

Heuh? Daging jadi?

Iya, singkat cerita, dokter mengkonfirmasi daging itu sebagai tumor jinak.
Sang dokter pun menjelaskan beberapa istilah medis yang saya tidak begitu ingat. Takut salah tulis sih, tepatnya. Berhubung saya bukan dokter dan khawatir ngasih info keliru.
(Tambahan: beberapa info dari teman-teman via twitter baik yang dokter beneran atau mendadak dokter ini mungkin juga adalah polip, granuloma, atau malah kiriman Nyi Loro Blorong dari gorong gorong. Saya pribadi sih, masih berharap itu cuma daging sapi sisa semalam)

Tapi alhamdulillah, malam mencekam penuh dengan rintihan perih dan lelehan darah tanpa henti itu telah saya lewati. Ruang mulut pun kini terasa lebih segar dan luas, haha! Saya juga bersyukur, ekstra daging itu bisa terdeteksi dini tanpa sengaja. Judulnya: pura-pura tenang, shock belakangan.

Genderang pengingat kembali ditabuh, ada pesan tubuh yang sering saya campakkan. Padahal badan ini kerap ngasih sinyal kalo ada pendatang tak diundang, salah satunya sakit gigi.
Untungnya saya masih bisa senyum, biarpun kini dengan gusi bolong, menyerupai permukaan semangka yang tercungkil sendok. Tapi masih mending, ketimbang dibiarkan dan harus potong rahang. (Begitu kata dokter, bila ini tumor ganas yang sudah menjalar buas)
 
Sembari berdoa semoga gak ada daging sisa atau daging susulan, moga-moga saya, kamu, dan semua orang yang kita sayangi bisa lebih jeli lagi mendengarkan dan merasakan sinyal-sinyal dari tubuh ya.
Yah, seenggaknya kalo ada sakit gigi, gak ditunda-tunda sampai 5 tahun lah ya.
Karena cinta boleh tanpa kepastian, kesehatan sih jangan.

Sekian dan sehat selalu!

Thursday, September 18, 2008

Debat larangan tayangan banci. Aeehh mati, ciiiiin.

Sahur gue tadi jadi agak-agak horor, gara-gara melototin acara debat di TV yang—kayaknya—kok, timpang ya? Pihak yang satu ngerasa terhina, yang lainnya ngerasa tercela. Yang satu gak terima, yang satunya jadi nelangsa. Apa memang sebuah forum debat memang mesti kayak gitu? Kok fokus debatnya malah ngelebar kemana-mana. Jadi ngebahas pocong lah, kasus Rian si Penjagal Jombang lah, sampai hubungan intim sesama jenis. Padahal udah jelas, topiknya adalah kontroversi tayangan banci. Lebih ke tayangannya loh, bukan bancinya. Yah, pasti ujung-ujungnya memang ngebahas bancinya juga sih, tapi kalo gak tayang, kan, terserah aja… [ kaliiii :) ]

Kalo ditilik-tilik plus kilikitik pake bulu ayam sih, ketimpangan terjadi [mungkin] dari pemilihan para dua kubu peserta debat yang gak seimbang. Entah karena buru-buru mesti tayang, atau adanya unsur kesengajaan, atau bisa jadi gue yang sok tau 

Misalnya aja, kalo topik perdebatannya adalah tentang pelarangan buah durian, bisa jadi bakal berlangsung kurang imbang kalo pihak yang berdebat adalah pengusaha duren VS penderita darah tinggi.Masing-masing punya alasan dan kepentingan yang sama hebat dan sama kuat. Bukannya gak mungkin, debat malah berakhir jadi lempar-lemparan kulit duren. [Untung di debat tayangan banci itu gak ampe ada perang kolor banci, sih]

Mungkin (mungkin loooh), bakal lebih fair kalo para pihak yang berdebat adalah sama-sama pemakan buah duren, namun yang satu tetap sehat (karena diimbangi olah raga), tapi yang satunya penyakitan, atau takut kena penyakit.

Tanpa bermaksud memancing perdebatan sengit, sebenernya banyak kan, waria yang berhasil duduk anget adem ayem tanpa dicela. Misalnya, gue gak liat Chenny Han sebagai waria, tapi sebagai designer andal. Atau ketika melihat Bunda Dorce, gue udah melihatnya sebagai entertainer sejati; udah gak mikirin gimana proses beliau pas penisnya dibabat habis. Auuuch!. Sensasinya persis kayak pas liat gaya Agnes Monica di video klip Godai Aku Lagi. Gue lupa tuh kalo doi pernah jadi penyanyi cilik. Hihihi.

Kok ngelantur kemana-mana siiiih

Tapi memang terus terang, ketika seorang pesohor memakai gincu tebal dan cuma pake cangcut rombeng menggerak-gerakkan tubuhnya seperti sedang berhubungan intim—dan para keponakan di bawah umur lagi pada nonton—gue otomatis bakal mindahin channel TV.

Tapi seandainya si pesohor itu memakai kostum babon albino pun, gue bakal tetep pindah ke stasiun TV terdekat. (Tapi diem-diem gue cari videonya di You Tube.)

Yah, harapan terbaiknya sih, jangan sampai polemik tayangan banci berakhir sama kayak RUU pornografi. (Eh, belum berakhir juga kan, ya?).

Jadi dimana yang salah, ya? Jawab aja sesuai kepentingan dan pemahaman masing-masing. Lakukan sesuatu yang dianggap bisa ngebantu—tanpa mesti bikin yang lain ribut melulu—bila perlu.


Makan salak di atas panci. Tebak-tebak mana yang banci!?!


Ngomong-ngomong kalo ntar ada debat larangan tayangan dedemit, tuyul, sundel bolong dan para geng hore-nya, siapa yang paling pantes jadi pesertanya ya??

Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!

Tuesday, September 09, 2008

TERDIDIK menjadi PSYCHO?!

Lo udah terbiasa belum sarapan pagi roti pake selai stroberi sambil liat mayat penuh darah segar baru ditemuin di atas kasurnya, atau makan siang beef stroganof sambil cuek merhatiin potongan mayat yang baru ditemuin di dalam koper, atau sekedar menyesap teh hangat sore-sore sambil liat tengkorak berlumuran kotoran manusia yang baru digerek dari septic tank??

Yah, gak usah liat langsung kaliii, maksut gue liatnya lewat tayangan TV yang kayaknya secara sadar gak sadar makin sering menengahkan tayangan kriminalitas sebagai hiburan. Sampai kasus reka ulangnya Ryan aja ditayangin pas jam prime time dan diberi judul ala sinetron misteri: Si Penjagal dari Jombang. Iklannya ditayangin berulang-ulang, dan konon punya rating tinggi. Ampe mainan dan foto Ryan aja laku dijual. Haaaa, from psycho to hero?!

Kita seolah disadarkan sebagai generasi gampang mati. Ayam tetangga sebelah baru mati tadi pagi, sorenya kita bisa sesek napas akibat flu burung. Ngelamun dikit di jalanan ibu kota, bisa-bisa keserempet kopaja atau keseruduk busway. Lagi asyik-asyik dengerin I pod di pinggir apartemen tiba-tiba ketimpa ekspatriat yang bunuh diri dari lantai 20-an. Atau ketemu kenalan cantik atau ganteng di facebook; siangnya bercinta, eh malemnya kita udah ditusuk pake piso belati. Atau kalo beruntung, cukup dicekik pake ikat pinggang.

Tayangan kriminalitas menjelma bagai tayangan pencuci otak yang bikin cara mikir kita selayaknya orang parno atau malah cenderung psycho.

Saking parnonya, pernah suatu malam pas pulang kantor, kita satu ruangan berpelukan erat (sambil curi-curi grepe… HUSH), karena saat itu baru ditemukan mayat tergorok ditemukan di got dan korban mutilasi di dalam koper yang dibuang di daerah kantor kami. Sialnya (saat itu) pelaku belum ditemukan, dan ditengarai masih bergentayangan di daerah kami.

Kriminalitas dari zaman bahela memang udah mengancam jiwa tiap generasi tanpa terkecuali. Tapi entah mengapa sekarang TV menayangkannya seolah-olah untuk memuaskan hobi.

Kita yang udah bisa berpikir (sok) mateng, mungkin lebih beruntung, bisa memilah dan menyensor tayangan dengan akal pikiran kita. Tapi gimana adik-adik, keponakan, ataupun anak-anak kita yang masih polos dan nerima informasi tanpa filter. Bukannya sok-sok’an bijaksana atau sok peduli regenerasi, tapi gimana gak kaget kalo seorang keponakan yang belum genap 8 tahun udah nanya, Om, aku ntar meninggalnya gimana ya? Di gorok apa dipotong-potong?” sambil menjilat-jilat es krim dengan raut wajah tak bersalah.

Sungguh, gue rindu tayangan berita yang membosankan—tanpa hiasan darah sedikitpun, seperti tayangan Pak Presiden yang sedang menanam benih padi unggul supertoy (yang ternyata gagal panen juga). Ups, maaf, Pak :)

Kalo Madonna bilang dalam lagu Die Another Day-nya,”Hey Sigmund Freud, analyze this… this… this… this….”





Please send your comment to buhpy@yahoo.com

Saturday, August 16, 2008

Ngerasa sinting? Baca Bintang Bunting!



Alhamdulillah, novel kedua saya akhirnya bisa kamu baca juga di toko buku terdekat. Kalo pengen tau preview, sinopsis, apa kata orang tentang Bintang Bunting, tekan sini. Kalo mau liat siapa aja yang udah ikutan sinting baca Bintang Bunting, tekan sana.

Selamat baca, sahabat!

+Valiant Budi

Tuesday, July 15, 2008

Kepergok NGONDEK!!



Auwww! Selamat buat yang kepergok NGONDEK kali ini. Sebuah barbel TOLOLabis akan langsung dikirimkan, segera setelah pemilik bibir binan di atas, mengirimkan data diri ke buhpy@yahoo.com.

SELAMAT ;)

Thursday, June 12, 2008

Bayi berpenis dua lahir di China



Sayangnya Rupanya, orangtua sang bayi lebih memilih mengangkat penis tersebut. Kira-kira apa ya, ketakutan terbesar orangtuanya hingga tega motong ekstra penis bayinya?


- Harus nyari kolor khusus?
- Si bayi seumur hidupnya bakal susah nyender?
- Tidur mesti nyamping?
- Si bayi bakal susah kalo jadi tukang ojek?
- Biaya sunat dua kali lebih mahal?
- Si bayi kelak bakal punya alasan 'kuat' berpoligami?


Hidup penuh misteri, kawan :)

Foto dan berita bersumber di sini.

Tuesday, June 03, 2008

Seperti bermain bowling!

Apapun bisa terjadi di Jakarta: dari mobil terjun bebas sampai bacok-bacokan kepala di tempat gaul. Tapi yang ini semoga gak akan pernah kejadian....




Diduga si pengemudi mabuk dan tertidur!
Tempat kejadian: Perbatasan US & Mexico.
Korban meninggal satu orang.

Berita lengkapnya, baca di sini. Foto juga diambil dari situ.

Tuesday, May 27, 2008

Miss Brit POP

Oh MY GOD, betapa merindunya zaman BRIT POP 90'an!
Dengan ujung poni yang bisa dijilat-jilat, berjalan bungkuk dengan pandangan nanar, menghisap rokok putih bercampur mariyuana-HUSH!-mengelilingi kota sambil mendengarkan lagu andalan -thanks to GITALE!-Shake Baby Shake by LUSH!

Siapkan poni panjang sebelahmu, dan segera PLAY video dibawah ini!



Thx to bcsan

Tuesday, May 13, 2008

Kepergok NGONDEK!



UuuPS! Selamat buat yang kepergok NGONDEK kali ini. Sebuah barbel TOLOLabis akan langsung dikirimkan, segera setelah pemilik kelingking ngangkang di atas, mengirimkan data diri ke buhpy@yahoo.com.

SELAMAT ;)

Thursday, May 08, 2008

Tertangkap MIRIP!

Seandainya ada sutradara yang akan me-remake film Scooby Doo versi Indonesia, kami telah menangkap basah orang yang cocok-gila buat memerankan karakter Shaggy!

Tersangka bernama Erik Primus, bekerja freelance sebagai promotion event.

Berikut potongan obrolan kami, sesaat setelah tersangka tertangkap tangan...

Kapan pertama kali ngerasa mirip ama karakter Shaggy di Scooby Doo?
Pas gw gawe di Warner Bros. Tapi dari gw SD/SMP udah di bilang gitu, sih!

Risih gak dimirip-miripin ama
Shaggy?
Gak tuh! Malah seneng-seneng aja, secara orang juga jadi gampang inget ama gw!

Kalo ada yang naksir lo tapi cuma karena mirip Shaggy? Benci apa nagih?
Gak benci sih, biarin aja! Lama-lama juga dia cinta ama gw-nya! Hahahaa!

Punya keinginan yang belum tercapai sehubungan dengan kemiripan lo ini?
Gw pengen nikahin cewek tapi males keluar duit. Ada ide?

Loh??


Picture courtesy of Warner Bros

Thursday, April 10, 2008

Saturday, April 05, 2008



Tunggu pertengahan 2008.

Friday, April 04, 2008

Foto HEBOH

Setelah dihebohkan dengan foto dua orang lelaki berbeda ras sedang pamer boxer sambil bergenggaman tangan, kini kita dikejutkan kembali oleh foto seorang lelaki telanjang dada dengan perut buncit.


Bukan, yang ini. ENYAH KAU!

Perut buncit pria ini gak sekadar berisi lemak, melainkan JANIN BAYI yang siap dilahirkan bulan juli mendatang!!



Hmmm, apakah lo langsung berpikir kalo si lelaki hamil bernama Thomas Beatie ini mencari sensasi basi seperti para lelaki-lelaki—yang mengaku—hamil lainnya?!

Jangan sinis dulu, ini faktanya:

Beatie terlahir perempuan bernama Tracy Lagondino, memutuskan pindah kelamin menjadi laki-laki dan menikahi seorang perempuan. Biarpun ganti kelamin, dia tetep mempertahankan rahim.

Demi perkembangan bayi yang dikandungnya, dia menghentikan suntikan testosteron yang ia dapatkan sejak mengganti kelamin.

Terus, dia hamil bukan karena pengen ikut tampil, tapi demi menggantikan peran istri yang gagal hamil. Ahhh, so sweet!

Tapi, yang bikin gue terperanjat, justru bukan berita kehamilannya! Tapi betapa cantiknya dia pas masih punya vagina…



Sumber: Oprah Winfrey, Times Online, People Magazine

Friday, February 08, 2008

Eskalator Sensual

Malam itu di sebuah mall berinisial MC di kota D..

aku termangu melihat ke arah dua eskalator yang ujungnya berdempetan..

Bentuknya sensual sekali!!



Mengingatkan ku pada….

Ah sudahlah..

Wednesday, February 06, 2008

Oh mama Obama

Kadang hati ini gundah bila melihat aksi media yang menyudutkan Amerika. Karena nyatanya ketika calon orang nomor 1 Amerika pernah menjejakkan kakinya di Indonesia, beritanya 'begitu' menggemparkan. Dari sekedar papan tulis di kelas sekolahnya lah, bekas rumahnya lah, sampai musholla tempat bermainnya, begitu detail diberitakan...

Tapi maaf, kami ternyata lebih menikmati video parodi Mad TV dimana 'Hillary Clinton' bernyanyi ala Rihanna dalam video 'Umbrella' dengan 'Barack Obama' dibawah ini.
Ayo klik tanda Play nya!



Oh.. sering iri dengan kebebasan berekspresi.

Saturday, February 02, 2008

AMY siapa?!?!

Sebuah TV swasta dalam negeri yang lambangnya kalo sepintas mirip uler melingker, kemaren malam dalam sebuah acara bergaya anak muda gaul, sedang memberitakan Amy Winehouse yang bakal tampil di Brit Awards..

Yah, sebagai anak muda gaul yang nangkep banget ama musik terkini, pasti tau kan gimana tampang dan gesturnya si Amy Winehouse ini..


Tapi, anehnya, sepanjang berita tersebut, yang tampil di TV adalah sebuah Video Klip yang menampilkan seorang wanita bermabut merah kriwil-kriwil kecil dengan paduan busana dan gestur yang.. so not Wino!


Apakah dia ganti image?!
Kacamata silindris langsung saya pakai!


Oalah! Entah kemana sang produser acara ini, atau siapapun lah yang terkait dengan acara gaul ini.. yang mereka maksud Amy Winehouse itu ternyata...




AMY GRANT!!

OMG.. ini lebih memalukan daripada tragedi penyebutan Dolce&Gabbana menjadi Dols gebein di acara berita salah satu TV swasta beberapa tahun yang lalu..

Wednesday, January 30, 2008

Beruntungnya Binturung


Sumber foto:
Wikipedia

Hewan pilihan kali ini bernama Asian Bearcat, atau dimelayukan menjadi Binturung.

Hewan karnifora ini kalo dilirik sepintas, aura-nya kaya beruang. Tapi kalo ditilik-ditilik dari kumisnya yang lebat, jadi imut kaya kucing.

Ekornya yang panjang, kekar dan berbulu lebat, bisa berfungsi jadi kaki; soalnya bisa pegangan ke dahan pohon kalo doski ( aeh doski ) lagi asik hunting makanan di atas pohon.

Binturung betina punya pseudo-penis alias penis palsu. Jadi mereka punya hormon laki yang tinggi, soalnya berfungsi untuk melindungi anak-anaknya dari segala macam marabahaya dan cobaan hidup.

Trus, mereka juga punya tata krama yang ..ehem.. unik!

Kalo lagi berpapasan, mereka punya cara untuk saling menghormati, dengan cara saling mengendus dan menciumi kelamin.

...

...

Gak ngerti deh kalo ampe dijilat-jilat juga…

Tuesday, January 29, 2008

Pesan Jagad Raya

Pernah gak memberikan pesan kepada jagad antariksa, berharap ada makhluk diluar sana memberikan salam balik?

Seorang gadis di Jepang melakukannya, dan berhasil!!

Sekitar 15 tahun yang lalu, gadis cilik bernama Shirahige yang saat itu masih berumur 6 tahun, menulis pesan di sebuah kertas, berkenaan dengan ulang tahun sekolahnya yang ke 120 tahun.

Isi pesannya:

Sekolah kami udah 120 tahun..Kalo nemuin surat ini, bales ya!

Surat ini dilengkapi dengan alamat sekolahnya, lalu dimasukan ke dalam balon dan diterbangkan ke angkasa raya!

Dan sungguh tak terduga tak disangka dan tak dinyana..

15 tahun kemudian, pesan itu ditemukan utuh dalam seekor ikan di lautan Pasifik oleh seorang nelayan!

“Saya udah mancing lama banget, tapi baru nemuin hal yang ajaib kaya gini!” kata si nelayan kepada jaringan televisi Asahi di Jepang.

Shirahige, yang sekarang berumur 21 tahun gak kalah takjubnya melihat pesan buatannya masih utuh setelah 15 tahun, dan tidak menyangka akan mendapatkan ‘balasan surat’ dengan cara seperti ini..

Dan kini si Shirahige dan sang nelayanpun menikah sambil menerbangkan ribuan balon pesan baru… <-- Hehehe..kalo yang ini bo'ong deng!!

Hmmm, terinspirasi??


Photograph by Richard Benjamin

Monday, January 28, 2008

Marah Marah ama yang Ramah


Kita benar-benar membutuhkan sebuah anger management yang bagus. Entah karena terancam oleh realita hidup yang dipenuhi ancaman mati secara mendadak atau terpengaruh oleh tayangan media dramatik ala sinteron, siang tadi seorang ibu-ibu paruh baya berperawakan gemuk memakai kemeja totol-totol harimau, lagi asik komplain di salah satu loket provider kartu ponsel.

“Ini kenapa yah mba?! Saya kan baru bayar tagihan kemaren?!! Kok ini malah ada tagihan lagi yang jumlahnya lebih besar??!!” Belum juga mendaratkan pantat di kursi, si Ibu totol harimau langsung nyerocos dengan nada yang semakin lama semakin meninggi di akhir kalimat, lengkap dengan bahasa tubuh menindas dan tatapan mata ala presenter investigasi.

“Oh begini bu,” si Mbak pelayan tetep tersenyum manis, “…yang ibu bayar kemaren itu tagihan tercetak. Nah kalo yang sekarang ini tagihan berjalan. Kan ibu pilih yang paket limited, jadinya…

“HALAH!!!! Apa-apaan ini?!?!” Potong si Ibu sambil menggebrak meja

*suasana ruangan langsung hening seketika*

“Nanti giliran saya udah bayar tagihan berjalan, ada tagihan apa lagi? !
Tagihan lari-lari?!!
Tagihan skot jump?!!!
Tagihan push up??!!!!”


Hue??**

**Baru kali ini liat orang marah dengan gestur, intonasi dan kata-kata yang tersusun ‘rapi’ dan begitu dramatis. Kayanya si ibu totol harimau ini marah-marahnya pake latihan di rumah - di depan kaca - deh...

Saturday, January 26, 2008

Peringatan Makan di Yucatan

Buat kamu yang sedang atau akan bertandang ke Yucatan,


This Photo taken from Picktrail.

ati-ati kalo memesan makanan yang bernama Gallina de Palo atau Bamboo Chicken..


This Photo taken from Laist.com

Tapi kalo kamu memang benar-benar dalam keadaan lapar dan gak peduli, abaikan saja peringatan ini...

Tapi.. saran kami sih...

euhh..

ah klik saja disini buat tau apa bahan utama menu makanan Gallina de Palo ini...

Bon Appétit :)