Sungguh, pertama kali mendengar ajakannya , saya mengira dia benar-benar penggemar makanan laut. Setiap menyebutkan kata ikan, matanya selalu berbinar-binar, bibirnya bergetar-getar. Tapi tempat yang dikunjunginya untuk mencari ikan, sangat jauh dari bau amis. Mmmh, ada juga sih yang beneran bau amis. Ternyata ikan versinya tak lain tak bukan adalah manusia belasan tahun, cenderung di bawah umur.
Seperti kemarin malam, si pecinta ikan yang bernama Tante Brenda - janda beranak dua - tiap anaknya dari benih berbeda - mengajak kami para tim tololabis ke salah satu tempat kongkow yang sedang hapenning berinisial S ( 4 huruf, mengandung 2 huruf konsonan dan pengulangan dua kali 1 huruf vokal ). Tempat kongkow ini memang bagaikan SeaWorld (tanpa kaca dan tanpa air tentunya), dimana para ‘ikan’ berlenggak-lenggok bak di atas catwalk, menebarkan pesona, saling bercengkerama, dan tentu saja.........berfoto ria.
Tante Brenda yang malam itu memakai balutan busana yang berhasil menyamarkan umurnya, bagaikan nelayan yang siap menebarkan jaring untuk menangkap para ikan-ikan yang sedang sibuk mengaktualisasikan diri itu.
Oh ya, terus terang kami merasa seperti fosil hidup berada di tengah-tengah komunitas tersebut. Seandainya ada Age Detector di pintu masuk, pasti alarmnya akan berbunyi tidak karuan. Mungkin juga akan meledak saking shocked-nya..
Tiba-tiba sepasang ‘ikan segar’ mendekati kami.
“Eh.. Om yang bikin kontes foto gaya ABG itu ya?” kata ikan betina dengan sinis. Ikan jantan yang berdiri di sebelahnya menatap kami dengan tatapan garang.
“Iya bener. Kenapa?” Jangan-jangan ikan betina itu adalah Aechychoe! Wah kami bisa kalah jika dikeroyok beramai-ramai oleh mereka yang jumlahnya puluhan itu! Salah kandang! Demi perdamaian saya mengulurkan tangan sambil memperkenalkan nama, berharap mereka melakukan hal yang sama.
“Gue Ina. E – E – N – H – A” Kata si perempuan dengan muka masam. “Gue Robi. R – H – O – B – H – I – E” Kata si laki-laki dengan nada ketus “Kita berdua cuma mau bilang, foto-foto di blog lo tuch, gaya-gayanya kurang ABG, tau gak seech!! Yang bener tuh kaya gini nih..... !!” Tiba-tiba mereka berdua merapat dan mengayunkan tangannya yang sudah siap mencengkram kamera dengan secepat kilat, dan...
JEPRET!!!
Keberanian mereka telah membuat kami sadar bahwa untuk menjadi juri yang paling adil dalam penilaian kontes ABG ini harus melibatkan ABG yang otentik; ABG yang diakui secara sah dimata hukum (??).
Karena itu, dalam penyeleksian ABG Look aLike Photo Contest untuk Group 2, kami melibatkan Ina dan Robi, Ups, Eenha dan Rhobhie, plus Tante Brenda yang siap menyaring dengan jaring-jaring hitamnya... (Eh tante, ngeja namanya mau dibuat ala ABG gak? Misalnya Bhrenndha?- RED)
Dan, maaf berjuta maaf, beberapa foto terpaksa terkena razia Ina dan Robi, Ups lagi! , Eenha dan Rhobhie, karena dinilai sebagai ABG Salah Gaya.. Diantaranya adalah beberapa foto di bawah ini, plus komentar langsung dari Tante Brenda..
“Kayanya kamu salah nangkep deh. Kontes ini kan meniru gaya ABG masa kini (2006), bukan kembali bergaya dengan masa dimana kamu masih ABG....”
“Gaya kamu oke , anglenya juga pas. Tapi sayang kok topless? Kami masih menjunjung tinggi adat ketimuran loh... “
“Salah satu kunci untuk mengikuti kontes ini adalah rilex.. Kamu tampak berusaha terlalu keras.. Tante jadi migren..”
“Foto tampak belakang is a BIG NO NO, maupun tampilan dua jarinya is a SMALL YES YES.. Ingat gairah ABG adalah gairah tampil.. Kamu tampak seperti sedang membersihkan ketombe, sayang...”
"Well, kamu tidak salah gaya -> Derajat kemiringan kepala dan derajat ke-tirus-annya sangat sempurna.. Tapi kamu (dan kami) bisa ditindak pidana, gara-gara ngebajak hak ciptanya foto Lindsay Lohan.."
“Narsis memang salah satu identitas wajib ABG masa kini, tapi bukan berarti kamu bisa mengirimkan banyak foto dengan identitas berbeda-beda. Kamu pikir bisa nipu dengan foto yang berbeda-beda ini? Untung Tante jeli dan teliti... ”
“Hmm, meskipun gayanya masuk dalam kriteria kami, tapi ada yang salah dengan foto ini. Entah apa itu.... Tapi kamu berdua pasti akan kami dahulukan sebagai peserta pertama untuk kontes mirip mama malin kundang..”
“Syarat utama dalam kontes ini adalah, kamu bukan ABG beneran! Tapi situ luncang joging (baca: lucu juga). Sini dipangkuw tante...”
“Aduuh, tayang, kamyu terlalu ketil.. tunggu 20 tahun lagi ya? Itu juga kalo Tante belum menopause sih..”
“ Ide memegang sendok memang inovatif, tapi sayang tidak orisinil....”
“Jujurlah padaku... Maaf, ini kontes foto mirip ABG, bukan mirip Ian Kasela - vokalis Radja..” "Kalo memang mimik dan hand sign sudah tidak mampu lagi untuk merekayasa umur, maka memakai pakaian (baca: seragam SMA) adalah pilihan cerdas.."
"Ada yang ganjil dengan foto ini! Entah karena gaya salah seorang 'ABG' yang nampak seperti 'ABG depresi', atau...... coba perhatikan 'sosok hitam' yang 'terperangkap' di antara pohon tebu di belakang.... ..hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...................."
Jangan marah dan benci. Yang penting banci....tampil..
Setelah menyeleksi ratusan foto (Terima kasih banyak ya!!), inilah finalis yang lolos pada goup dua. Selamat gituu...
Pilih sekarang juga, Vote dengan tekan add scenes di sebelah kanan bawah, dan pilih sesuai baris dan kolomnya (Contoh: 15b).
ABG Look-a-Like Photo Contest,
Kamyu ditunggyu abess..!
Eits... Tungguuuuuuww!!
Sebenernya ada beberapa foto lagi yang membuat kami konflik besar ; saling menusuk dari belakang, dan menggunting dalam lipatan! (?)
1/2 dari kami ingin foto-foto di bawah ini masuk di segmen "ABG salah gaya", sedangkan 1/2 nya lagi yakin bahwa foto-foto tersebut layak menjadi finalis pada group 2 ini..
Menurut looo?!?!?
Ayo, VOTE yaa...






