Search This Blog

Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Sunday, April 06, 2014

Berkelana ke Skotlandia (Part 1)

Salah sangka itu sepupuan sama si sok tahu.

Sama seperti saat saya mengira visa UK itu cuma untuk bebas melanglang buana di Inggris raya. Ih, ternyata sok tahu, karena selain ke Inggris, kita bisa singgah ke Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia.
Tapi ada kemungkinan untuk negara terakhir ini cuma berlaku sampai bulan September 2014, karena Skotlandia bisa jadi melepaskan diri dari United Kingdom. Kalau jadi berpisah, berarti bila berkunjung ke sana mesti pakai visa Skotlandia, dong?
Untuk lebih jelasnya, boleh baca-baca tentang Scotland's Referendum 2014. 

Referendum ini membuat saya merasa harus ke Skotlandia sesegera mungkin, mumpung masih bisa mampir!

Jadilah benak saya dipenuhi berbagai pertanyaan standar khas sebelum bepergian: 
Ke Skotlandianya mau ke kota mana? Naek apa? Dari mana? Butuh duit berapa?

Untuk kunjungan pertama ke sebuah negara, saya hobi menjelajahi ibu kotanya terlebih dulu; ibarat masuk rumah, berbincang-bincang mesra dulu dengan sang ibunda sebelum bertemu anggota keluarga lainnya—yang berarti pilihan kota pertama saya untuk Skotlandia adalah Edinburgh. (Yang ternyata dibacanya “E-din-bra”)

Berhubung waktu berlimpah dan saya menyukai pemandangan darat, saya memilih naik kereta api, berangkat dari stasiun King's Cross – London.  Waktu yang ditempuh sekitar 4 jam. Hhm, kalau mau bolak-balik dalam sehari, cape gak ya?
Ah, berhubung sudah terbiasa nyetir pp Bandung Jakarta plus macet dalam kota sampai total belasan jam per hari, cuma duduk-duduk ganteng doang 4 jam mah cingcai lah!

Kini tibalah saat yang menegangkan! Harga tiketnya berapa?

Kalau pesan online, bisa dapet tiket murah pp mulai £48. Dengan catatan: tentu saja selama kursi tersedia. 



Tapi sayangnya saya lagi kurang beruntung, karena tiket kereta pp yang saya dapatkan senilai £ 148. Ugh! 
Akhirnya saya memutuskan membeli tiket langsung di Evan Evans Tours (17-19 Cockspur Street, Trafalgar Square) seharga £159. LOH KOK LEBIH MAHAL?!

Tenang, harga segitu itu—selain dapet tiket PP London-Edinburgh, juga dapet tiket bus keliling kota seharian seharga £13 dan tiket masuk Edinburgh Castle seharga £16. Masih untung lah!

Tiket udah dapet, camilan udah siap, mari berangkat ke Edinburgh memakai kereta East Cost!

Please pardon my 'pura-pura gak tahu ada kamera' face!

Jalur kereta yang berfasilitas wifi ini melewati  Stevenage, Peterborough, Doncaster, York, Darlington, Newcastle, Berwick, dan Dunbar. Sepanjang perjalanan saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari jendela, menikmati pemandangan padang rerumputan, perumahan pedesaan, perbukitan, pantai, gerombolan sapi, dan anak-anak kecil yang berlarian mengejar orang tuanya yang tampak riang gembira.

“Hello, kamu sendirian?” Sapa seorang ibu yang duduk di seberang, saat saya tak sengaja bertatap mata dengannya. Di sebelahnya duduk seorang pemuda—yang kalau boleh menuduh dari bentuk wajahnya adalah anak Ibu itu.
“Iya,” jawabku singkat, agak waswas. Jangan sampai nawarin MLM.
“Oh, tenang. Kamu tidak sendirian. Karena mulai sekarang, ada kami yang akan menemanimu!” Ujar Ibu itu sambil menawari saya berbagai makanan dan minuman asyik.


Wow! Tuh kan, salah sangka mulu, jadi malu! Tapi ternyata 'tuduhan' saya benar, mereka ibu dan anak berasal dari California, sedang asyik liburan berdua keliling UK.

Perjalanan pun semakin menyenangkan dan mengenyangkan, karena sang Ibu tak henti-hentinya mengeluarkan bekal yang wajib saya cicipi. Bahagianya!

Sampai tak terasa kereta pun melambatkan lajunya, karena ternyata kami telah tiba di stasiun Waverley, Edinburgh!

At Waverley station. Is that the famous light at the end of the tunnel?

Begitu keluar stasiun, langkah tercegat pemandangan The Scott Monument yang tinggi menjulang. Sepintas monumen ini menyerupai candi, yang membuat pikiran saya berkelana, andai Indonesia bebas gempa, mungkin akan banyak peninggalan candi indah yang masih berdiri kokoh sampai di tengah kota besar.
The Scott Monument,  a memorial to an author Sir Walter Scott
Suasana ala Skotlandia semakin terasa, seiring alunan khas seruling bagpipe yang ditiup seorang lelaki yang memakai kilt; pakaian tradisional Skotlandia.


Tak berapa lama, bus untuk keliling kota pun berhenti tepat di depan monumen. Saya pun menyiapkan tiket sakti yang memungkinkan saya bisa naik dan turun bus sesuka hati sepanjang hari!

Yuk, siap keliling Edinburgh?




Duh, kota Edinburgh ini seperti sebuah museum raksasa yang menawarkan karya seni bersejarah yang menawan hati saya.

Princes Street, salah satu jalan utama di tengah kota
Statue of David Livingstone. Saya selalu curiga dengan patung yang sedang menunjuk.
Jadi ada apa di pohon itu, Om David?


The statue of David Hume
A black dog is a campaign to promote understanding of depression and anxiety in the workplace. 
"Black dog" has been a metaphor for depression since Roman times. 

Yang paling menyenangkan, banyak pemandu berbaik budi yang menawarkan Free Walking Tour dan memotret kita dengan senang hati.
Ah, jalan-jalan sendirian ke Edinburgh ternyata gak perlu tongsis!



Hei, jalan-jalan belum berakhir!
Di postingan berikutnya, saya mau mengajakmu menelusuri sebuah kastil legendaris yang menjadi situs warisan dunia: Edinburgh Castle!



Sampai jumpa!

PS:
Kalau berencana ke Edinburgh naik pesawat, bisa coba ke sini atau ke sana. Tiket promonya juga seru-seru!
Kalau lebih senang naik bus (sekitar 10 jam dari London), bisa coba naik ini atau itu.
Nanti bagi-bagi cerita ya!

Thursday, March 27, 2014

Keliling London mending naik bus atau kereta bawah tanah?

Itu pertanyaan saya saat masih buta London. Rata-rata teman yang sudah pernah ke sana menjawab;
“Mesti coba dua-duanya, dong!” Lalu pertanyaan berikutnya, “Tiketnya semahal apa ya?”

Maklum, nilai tukar poundsterling yang tinggi bikin hati ketar-ketir, jangan-jangan duit habis di ongkos doang. Kan ogah juga kalau selama di London makan mi instan mulu. Atau mungkin sanggup lah ya sepiring-tiga piring fish & chips, tapi jangan sampai juga seporsi untuk pagi siang malam.

Ternyata jawaban asyiknya: “Semahal salah pilih cara bayarnya!”

Setelah ditilik-tilik, harga tiket ini pengaruh banget dengan pilihan kita; akan keliling di zona berapa saja? Apakah akan keliling London sehari-semalaman selama seminggu penuh atau cuma 3 hari saja? 

Sebelum hitung-hitungan, mari beli salah satu travel kit wajib selama di London: kartu sakti Oyster!
Kenapa sakti? Karena Oyster Card ini kartu prabayar tap-and-go yang bisa dipakai di berbagai alat transportasi di London: kereta bawah & atas tanah (London Underground / Tube Station & London Overground), si bus merah double decker yang legendaris itu, juga DLR (Docklands Light Railway). Kartu ini juga bisa digunakan untuk diskon kereta ke luar kota. Plus bisa dipake di beberapa cafe tertentu; kembalian koin-koin bisa ditukar kredit kartu.

Dari semua alasan sakti itu, yang paling menyenangkan karena kartu Oyster memberikan pilihan diskon lebih dari 50% dibanding membeli tiket transportasi secara tunai.

Di mana membeli kartu Oyster?
Ada di semua loket Tube Station! Begitu sampai di Heathrow Airport misalnya, ikuti petunjuk keberadaan London Underground (ada di semua terminal), cari loket atau hubungi petugas terdekat.
Harga 1 kartu Oyster: £5 sebagai deposit. Jadi kalau kelak kartunya dikembalikan, uangnya ya balik lagi. Tapi lucu juga kan koleksi kartu Oyster limited edition?

Nah, sekarang hitung-hitungannya gimana ya?
Ini contoh perhitungan dari situs Transport For London:

How much credit do I need?
Sample Tube fares:

Zones 1 to 2
Oyster £2.80 peak, £2.20 off-peak

Zones 1 to 6
Oyster £5.00 peak, £3.00 off-peak

Single bus journey
£1.45


Pusing? Tenang, cukup inget ini aja kalau gitu:

Unlimited journeys in one day in zones 1 and 2: £7.00 

Jadi kalau mau jalan-jalan kenyang - bolak balik - ke sana kemari di Zona 1 & 2: sisihkan £7 perhari.

Bilang saja sama petugas loketnya: “Please top up my oyster card for 3 days unlimited journeys,” sambil senyum manja.

Kalau udah gak canggung, bisa langsung top up juga di mesin tiket otomatis, bahkan online.

Buat yang pengin unlimited journeys untuk seminggu di zona 1-2, bakal lebih seru lagi, karena harganya lebih irit dari £7 X 7 = £ 31.40.

Buat sebulan juga gak kalah hemat = £120.60

Kalau ternyata mau menggila di tujuh Zona London dalam seminggu juga silahkeun, siapkan £55.60. Pasti kenyangnya kebangetan.

Jangan lupa sesekali cek sisa kredit di mesin tiket otomatis. Kalau kartu tidak bisa digunakan, bisa jadi sempet gak sadar keasyikan melipir ke luar zona, jadinya ngutang. Kalau kayak gini, cek aja ada berapa negative balance-nya di loket, dan siapkan koin koin penny-nya.

Oh ya, ini sih sekedar gambaran saja kalau datang ke London via Heathrow Airport.
Bandara ini kan ada di zona 6, sedangkan tempat bobo saya ada di zona 2, lalu niat jalan-jalan pake undergroundnya akan ada di seputar zona 1 & 2. 
Jadi dari Heathrow saya bayar tiket sekali jalan / single fare: antara £3 - £5 tergantung jam sibuk atau sepi sepi asoy. Pas nyampe di zona 2, baru deh top up sesuai kebutuhan—mau 3 hari atau seminggu misalnya.

Sekarang, saatnya memberikan kabar gembira! Kalau naik si double decker, oyster card unlimited journeys ini bisa dipakai lintas zona mana pun!

Kalau gak ngerasa pinter baca peta kota, gimana? Jangan waswas, download aja citymapper  di ponsel pintarmu. Panduannya ekstra lengkap, dari nomor rute bus / stasiun bus yang bisa diambil, sampai waktu kedatangan yang cukup akurat.

Sekarang, gimana cara pake kartunya ya?
Tenang, saya sudah bikin video panduannya!


Intinya sih, tempelin aja bagian belakang Oyster ke si bulet kuning di mesin pembaca kedatangan (Tap in!). 
Bisa dilihat di detik 0.10 video di atas, palangnya sempet gak mau kebuka, itu karena kredit saya habis! Dengan penuh rasa malu, maafkan ya!

Setelah tap in, pilih deh platform keretanya, mau turun di mana?
Di dalam kereta, bakal ada pengumuman kok stasiun yang akan dilewati berikutnya, dan yang akan menjadi tujuan terakhir.

Kalau ternyata salah kereta, keluar saja di stasiun berikutnya, langsung naik kereta yang berbalik arah tanpa harus “tap in” lagi. Tapi kalau waktumu melimpah, sekalian saja menyesatkan diri, yuk!


Setelah sampai di stasiun tujuan, jangan lupa menempelkan kartu kembali ke mesin pembaca (Tap Out) saat hendak ke luar (Way Out), karena kalau kelupaan, jumlah kredit bakal berkurang dengan biaya perjalanan terjauh.



Sekarang, gimana kalau naik si double decker?
Prinsipnya hampir sama, cuma kalo di bus cuma perlu “tap in”, gak perlu “tap out”. Mesin pembacanya ada di kaca dekat sopir, masuk dari pintu paling depan.

Nah, kalo di double decker edisi terbaru, mesin pembacanya ada di 3 pintu masuk. Yang di pintu tengah & belakang malah gak perlu ditempel lagi, tinggal lambai-lambai manja aja depan mesin pembaca.

Ini penampakan double decker yang futuristik itu. Yuk siap-siap naik!



Gimana, sudah siap keliling London dong ya?

Untuk postingan berikutnya, saya mau bagi-bagi tempat tongkrongan seru! Salah satunya toko ini:


Cherioo!



Eits, ada bonus! 
Dapet link kuis ini dari Claudia Lengkey
Do You Know How To Take The Underground Like A Londoner?
Dan hasil ujian saya sungguh membanggakan, haha!

Lumayan, jadi merasa terakreditasi menulis postingan ini! Nanti kamu coba isi juga ya!

Cheers,


Vabyo

Saturday, March 22, 2014

Pasca Senja di London

I see London's always beautiful, even on cloudy days.
But then I find it prettiest at twilight.
Well, probably.


Location: Victoria Embankment
Tube Station: Westminster

Friday, November 15, 2013

Racikan Musim Dingin: BALTION!

Ada dua hal yang ternyata buat saya cuma seru kalau di film doang:
  1. Percintaan
  2. Salju
Untuk yang pertama, mari pura-pura lupa saja. Untuk yang kedua, berhubung besar di negara tropis, jadi suka iri nonton adegan membuat boneka salju atau sekadar petantang petenteng bawa kopi panas pake kupluk berbulu, syal beludru, dan jas korduroi.

Ketika kesempatan bermain salju itu datang, lah kok ternyata mendadak bengek, migren, bonus diare. Kulit juga jadi ekstra kering dan pecah-pecah, berasa ada yang iseng naro lem uhu di sekujur kulit. Yang ada boro-boro petantang petenteng sok tampan, cuma bisa meringkuk deket pemanas sambil lahap mie rebus yang harganya jadi seratus ribuan.

Mount Titlis, Urner Alps of Switzerland

Dan sialnya kalo diam terlalu lama—termasuk tidurdalam suhu dingin, malah berasa gak enak otot. 

TAPI TENANG, itu kan pengalaman pertama kali, karena kini saya punya olesan mujarab yang sampai di Bandung pun tetap saya colak colek!

Terinspirasi dari percampuran biji kopi seperti Celebes Kalossi yang bisa mendongkrak kualitas kopi Afrika atau pun Amerika Tengah, saya mencoba mengawinkan beberapa balsem dan body lotion, sampai akhirnya menemukan formula yang sesuai selera—dan wanginya gak bikin orang asing nyangka kita dukun!
(Pernah pakai minyak kayu putih di pesawat, ditanyain penumpang bule “Apakah anda memakai ramuan penyihir?!”)

Bisa dicoba, siapa tau sama, atau silahkeun atur merek & kadarnya sesuai keperluan dan ketahanan.

Mari membuat BALTION!


Untuk balsem, saya pilih balsem otot Geliga; karena panas-dinginnya ampuh meredakan sakit otot. Kalau belum tega sama panasnya, bisa Vicks Vaporub.
Untuk body lotion, saya cocok sama aroma Vaseline Aloe Fresh (buat habis mandi jalan pagi-pagi), Vaseline Cocoa Glow (buat nongkrong sore di musim semi), dan Body Shop White Musk (buat makan malem yang berakhir kencan asoy).

Cara nyampurnya simpel, bisa dicoba dari seujung jari balsem geliga colak colek mesra dengan 1 pump body lotion.


Atau buat persediaan, campur 1/4 balsem + 3/4 lotion.



Buat cek cek tingkat kepanasan, saya biasanya coba colek di betis dan perut dulu. Kalau sudah nyaman, baru ke dada, leher, dan jadi over acting kayak gini:


Semoga cocok & membantu!

Friday, October 11, 2013

Oleh-oleh dari Timur Tengah: resep Hummus versi Anti Drakula!

Berhubung gak ada bioskop, karaoke, apalagi diskotik di Arab Saudi, hiburan pulang kerja tengah malem adalah makan. Satu-satunya tempat makan yang buka sampai pukul 2 pagi deket flat (tahun 2009) adalah Shrinp di Prince Turkey Road – Corniche, Alkhobar.





Untungnya, si satu-satunya restoran ini punya pilihan menu beragam yang tampak gak abis-abis, dari berbagai appetizer dan shawarma berbagai isi.

Kalo saya icip-icip ya, sebenarnya appetizer dan menu utama mereka saling melengkapi, contohnya hummus (mirip saos kacang buat bumbu sate dengan tekstur lebih padat dan rasa lebih 'dingin') yang cucok campur atau cocol ke berbagai shawarma dan salad.
Gak setuju? Tunggu tunggu! Kalau lagi cari bahan perdebatan, gimana kalo diskusi tentang hummus ini masuk kategori appetizer atau dessert?

Bingung? Jangan dulu. Soalnya lebih bingung mikirin hummus ini asli dari mana!
Kalo nanya ke pegawai restoran lebanese cuisine, dijawab “Hummus itu asli Lebanon.”
Nanya ke rekan kerja asal Damascus, “Asli Syria, kali!”
Nanya ke penjual karpet asal Istanbul, “Ya, jelas dari Turkey, lah!”
Nanya ke temen kampung halaman, malah disangka nyari pupuk tanah.
Ya udah, akhirnya nanya ke Google, dan nemu artikel ini: “Is Hummus Greek or Middle Eastern?

The Greeks like to claim it as their own, but so do the Arabs. Even the Israeli's claim it..”

Wow, ternyata Hummus ini kayak Batik ya; banyak yang memperebutkan ke-asal usul-annya.
Atau memang jangan-jangan sang peracik Hummus ini memang geng pertemanan dari berbagai negara?
Bisa jadi, mengingat para leluhur Yunani dan Mesir sudah menjalin kerja sama perdagangan berabad-abad.

Kini ada berbagai macam varian menu Hummus di berbagai restoran dunia: dari hummus bubuk cabe, hummus selai kacang, sampai hummus mentega almond.

Kalau hummus versi saya sih gak jauh beda sama resep asli, cuma ekstra bawang putih. Ekstranya ekstra banget. Ngerti kan sekarang kenapa judul postingan ini begitu  \(ï¼´∇ï¼´)/ 

Ketimbang debat dan bingung, yuk kumpulin bahan-bahannya:


Kacang arab / chick peas (400 gr / 265 gr setelah ditiriskan)
4 sdm saos tahini (pasta wijen)
20 siung bawang putih—kupas & iris.
Peresan 1 buah lemon.
2 sdm extra virgin olive oil.
Garam-secukupnya.

Cara bikinnya lebih gampang daripada pdkt-an!
Campurkan chick peas yang telah ditiriskan dengan semua bahan di food processor / blender. 
Kalau susah nyampur (terutama yang pake blender), tambahkan saja air tirisan chick peas tadi biar gak seret.

Setelah teraduk rata, sajikan di atas piring, percikkan olive oil bila perlu, dan taburi dengan potongan tomat, peterseli, atau buah zaitun.
Siap disantap!

Terlalu lembek? Jangan waswas, simpen di kulkas!

Oh ya, kalo saya paling suka hummus yang udah dicuekin semaleman di lemari es. Campur dengan potongan roti gandum, suir daging ayam, telur goreng, dan peterseli. Lezat banget buat sarapan!

Buat diolesin ke telur goreng juga enak!


Selamat cocol cocol gembira!

Sunday, September 01, 2013

Thursday, February 28, 2013

Tanya Vabyo

Beberapa waktu lalu akun GagasMedia via twitter mempersilakan para pembaca memberondongi saya dengan pertanyaan-pertanyaan dengan tagar #TanyaVabyo.

Semua pertanyaan ditulis kembali di gulungan kertas yang kemudian harus saya pilih acak.

Woow, pertanyaannya seru-seru, dari masalah karir, percintaan, sampai ..... ah, intip aja video-nya di bawah ini. Oh ya. MOHON JANGAN ILFIL YA.

Wednesday, May 14, 2008

Cuma Coba Coba

Mulai sekarang, TOLOLabis bisa diakses dari www.ValiantBudi.com [ tekan channel 1 ]

Saturday, April 26, 2008

Toilet seksi

Seiring dengan merebaknya isyu kamera supermini yang mengintai WC umum, saatnya kamu latihan berpose pipis/pup yang paling seksi....


"Plung!"

Sumber foto: TMZ

Tuesday, January 22, 2008

Modus Lempar Telor


This Photo taken from Allergy Advisor

Sudah 14 hari ini, inbox TOLOLabis dipenuhi oleh info dari para sahabat seputar modus baru perampokan di jalan:

Sekilas INFO : Modus baru merampok di jalan dengan telur! Perampok melempar telur ke kaca depan mobil calon korban, dan tentu akan membuat supir perlambat mobil dan mengaktifkan wiper kaca mobil untuk bersihkan pecahan telur. Namun yang terjadi justru pecahan telur yang lengket malah semakin merata dan menghalangi pandangan. Mobil terpaksa berhenti dan perampok merampas dan mengancam nyawa supir dan penumpang.
SARAN: Kurangi kecepatan,jangan aktifkan wiper, usahakan pandangan dengan celah2 dari pecahan telur, berhenti ditempat aman. Sebarkan info ini, agar saudara/teman kita terhindar dari musibah


Kalo boleh nambahin saran, bagaimana kalo mulai sekarang, siapkan selalu bahan-bahan berikut ini di mobilmu:

+ 125 gr gula halus
+ ½ kaleng susu kental manis
+½ kg mentega butter
+125 gr tepung terigu

Usahakan agar si perampok melempar setidaknya 20 butir telor ke kaca mobilmu. Pancing saja si pelempar telur ini dengan cara memberikan mimik menyebalkan menyerupai wajah babi agar dia semakin kesal dan semakin melemparkan telur-telurnya.

Setelah telur dirasa cukup, larikan mobil kamu ke tempat yang aman. Campurkan semua telur yang menempel di kaca mobil tadi dengan segala bahan-bahan yang udah kamu persiapkan!

Lalu praktekkan sesuai panduan yang ada disini!
Selamat menikmati :)


Sunday, January 06, 2008

TANTANGAN BERKARIR

Kalo kamu diantara teman-temanmu adalah orang yang paling…

+ Pintar memutar balikan fakta
+ Menyembunyikan sebuah kebenaran demi menutup kesalahan. (dan sebaliknya).
+ Menjunjung tinggi asas manfaat
+ Menyapa dan tersenyum hanya bila akan mendatangkan keuntungan
+ Mempunyai stamina fisik dan mental yang kuat..

Berarti kamu adalah orang yang selama ini MEREKA* cari!

Selamat... :)



image by businessweek.com
* di klik doong :)

Thursday, January 03, 2008

It's just like you know

Kalo kamu ingin terlihat dan terdengar jago ngomong einggereis dengan perbendaharaan kata-kata yang terbatas, silakan coba rumus SISG* berikut ini..


‘It’s just like you know’ + SUBJEK + ‘kind of…’ + PREDIKAT

atau

SUBJEK + ‘it’s just like you know’ – ‘kind of’ + PREDIKAT

Contoh

Kalimat standar : I’m so hungry!

- Setelah diberikan rumus SISG* -


+ It’s just like you know, I’m so kind of hungry.
+ I’m so .. it’s just like you know - kind of hungry


Performance Tips
Kata-kata SISG* ini juga dapat digunakan sebagai pengganti “ eeuuhh” – kalo kamu dalam keadaan lupa – buntu dalam menemukan kata inggris berikutnya. Tapi usahakan agar tidak mengulangnya lebih dari tiga kali.

Biar lebih pol, manyunkan bibir atas pada potongan-potongan kata agar terdengar tekanan kata yang lebih sempurna.

*= Sok Inggris Sok Gaul