Search This Blog

Loading...

Tuesday, January 20, 2015

Asyik Di Balik Klik

Temen nongkrong yang asyik ternyata belum tentu seru dibawa jalan-jalan ya. Tapi temen jalan yang seru biasanya asyik dibawa nongkrong.

Bisa jadi rahasia dibalik misteri ini sederhana saja; bergerak ke sana kemari lebih banyak ujiannya ketimbang duduk-duduk anteng. Itu kenapa yang tadinya sahabat erat bisa renggang setelah traveling bareng. Ada yang sudah pacaran—hampir nikah, eh mendadak “kita break dulu ya” setelah naik gunung berdua. Ada juga yang berhasil sabar saling nahan keki, tapi diam-diam berjanji gak akan mau hunting tiket bareng lagi. Aih, sedih!

Gak beda jauh kayak kamera; ada yang asyik buat sekadar foto cangkir—bonus muka sok candid, tapi mendadak “loh kok gini?!” pas dibawa motret jauh atau motret yang jauh-jauh. Dari yang asalnya “ah yang penting keliatan ada bulan purnama” sampai akhirnya lama-lama “kok gak ketangkep ya permukaan bulan yang kayak komedoan itu!”

Untungnya tiga tahun belakangan, saya sudah betah jalan-jalan sama Canon, jadi rasa penasaran akan permukaan bulan terjawab sudah! Lebih tepatnya penasaran pamer ke orang-orang sih.


Terus dulu sering blingsatan kalau foto makanan, nunduk-nunduk sampai tiarap di atas meja segala, kadang sampai keringet netes ke makanan! Sekarang sih motret kue meja di seberang, bisa sambil duduk-duduk ganteng. 



AH, MASA? Ternyata 'duduk ganteng' itu halusinasi saya doang. karena pas temen diem-diem motretception; motret saya yang lagi asyik motret, lah kok tetap ada aksi-aksi yang mengernyitkan kening; entah bibir manyun atau bokong nungging semi twerking. Yah, terus terang saja, seringkali saya motret gak sekali jepret langsung dipamerin di instagram. Ada saat-saat jantung berdegup kencang plus tremor sebadan-badan, kayak pas motret si doi ini!



Ah, untungnya ternyata yang saking-asyiknya-motret-sampai-gak-sadar-diri-berpose-aneh ini gak cuma saya doang. Coba intip video kumpulan aksi para fotografer ini; dari yang ngendap-ngendap kayak maling sampai panjat genteng—semua lengkap!


Tapi sememalukan apa pun pose kita saat motret, semuanya sepadan dengan memori indah yang berhasil ditangkap kamera, ya? 

Jadi, selamat memotret dan berpose aneh!

Monday, January 12, 2015

Makan Enak Diskon Banyak

Ini adalah pertanyaan terpopuler dalam hidup saya, 6 bulan belakangan ini: “Apa yang bikin betah di Ubud?”

Salah satunya: tempat makan! Gak sekadar bikin perut kenyang, tapi hati riang. Kan kalau mood asyik, mau ngapain aja jadi seru. Kerjaan banyak juga hajar!

Asyiknya Ubud, banyak tempat nongkrong standar internasional dengan harga relatif terjangkau. Ya, yang mahal gila juga ada, pilah pilih saja sesuai kesanggupan dan kenyamanan.

Serunya Ubud, selain banyak tempat nongkrong, bisa dapet diskon pula dengan satu kartu VIP dari Best Trip Advice. Sejujurnya saya jarang-jarang naksir kartu diskon, karena seringkali yang didiskon bukan toko-toko favorit. Misalnya diskon 20% beli gayung di toko besi X. Ya kali, bakal beli gayung tiap minggu. Atau diskon 10% setiap beli susu kuda liar di pulau seberang setiap Rabu malam. Udah mah gak doyan susu kuda, ya masa harus nyeberang pulau dengan syarat hari tertentu pula.

Nah, kalau VIP card ini ngasih diskon di tempat-tempat yang kebetulan sering saya kunjungin selama tinggal di Ubud!
Beberapa di antaranya:
- Bali Buda Cafe
- Cafe Des Artistes
- Clear Cafe
- Kafe
- Cafe Vespa
- XL Sisha Lounge
- Sari Organik
- Kebun Bistro
- Seniman
- Warung Citta Pizza
- Bintang Supermarket (lt 2)

Dan masih BANYAK lagi!

Berhubung sedang tinggal untuk jangka lama di Ubud, saya pilih kartu pemakaian setahun seharga $89.00. Sebelum teriak “kok mahal”, bayangkan, dalam sehari saja ternyata VIP card ini sudah bikin saya berhemat > $100, karena diskonnya gak cuma di tempat makan doang.
Nih, catet bocorannya, pasti berguna kalau suatu hari ke Ubud:

- Makan malam di Fivelements with 20% off – Hemat Rp.280.000
- Gratis raw or cooked sweet treat of the day pas belanja di Buda Mart
- Gratis smoothie pas makan di Clear Cafe
- Dua jam hot stone massage + Tea + Lunch & Dinner + Dessert + all day swimming pool, cukup bayar Rp 425.000 = hemat 70% dari harga asli Rp 1.600.000
- Pita Maha Spa, dapet: 1 jam Balancing Balinese Massage + Afternoon Tea & Balinese Cake (3-5PM) + all day swimming pool,  cukup bayar Rp 250.000 = hemat 60 % dari harga asli Rp 631.350 - Tjampuhan Spa:  facial + 1 hour Balinese massage + natural hot & cold inside gratto swimming pool + sauna + steamer all day, cukup bayar Rp. 350.000 = hemat 45% dari harga asli Rp 633.937 *plus 20% off for F & B at the restaurant
- Tjampuhan Spa Half Day, cuma Rp 60.000 bisa dapet:  natural hot & cold inside gratto swimming pool + sauna + steamer all day!

Hey, hematnya ini juga berlaku buat beli kartu untuk pilihan 1/15/30 hari, loh! Cocok buat yang mau liburan di Ubud. Kartunya bakal diantar langsung ke tempat kita menginap!

Asyiknya lagi, VIP card ini bisa dipakai di restoran untuk 2-4 orang. Bisa bikin happy satu geng, tuh!
Nah, khusus buat kamu yang sudah menyempatkan baca ini bisa beli kartu VIP card dengan kode kupon VABYO, langsung dapet diskon 10%! Woaw, diskon berganda!

Kalau sudah beli bolehlah kabar-kabari, siapa tau bisa ngopi bareng di Ubud!


Wednesday, January 07, 2015

Gak Sabar 50an!

Gonta ganti pasangan bikin penyakit. Gonta-ganti channel TV juga bikin terlilit! Terlilit kenangan indah. Bah!

Seperti malam ini, tiba-tiba benak terhisap saat saluran bercokol di stasiun HITS. Mereka menayangkan serial lawas yang dulu bikin gue termangu lugu; Moonlighting. Termangu karena kagum dengan profil Bruce Willis & Cybill Shepherd yang sedang ranum dan cakep-cakepnya.



Lugu karena saat itu otak belum mampu mencerna utuh percakapan mereka. Jadi kadang cuma ngeh mereka sedang sibuk hilir mudik memecahkan kasus rumit.

Sambil menikmati aksi rupawan karakter Madelyn Hayes & David Addison Jr. ini, jadi terbayang suasana tv lokal zaman pertengahan 80-90an awal, masih bisa dihitung jari sebelah tangan, tapi acaranya begitu beragam. Baru sadar, tokoh-tokoh jagoan yang saya kagumi saat bocah rata-rata berumur >30 tahunan.

Memang ada juga idola berumur remaja, tapi cukup sampai tahap menghibur, tidak jadi angan yang akan dibawa ke alam kubur.




Sekalinya nemu jagoan muda pun, sayangnya terlalu mengawang-awang. Lupakanlah angan-angan terbang!




Bisa jadi, inilah kenapa saat beberapa teman khawatir menginjak umur 20-an plus mendadak stres kena The Quarter Life Crisis, saya masih adem ayem lenggak lenggok maskulin. Wong. saya saat itu menaruh beban harapan saat berumur kepala 3, seperti kebanyakan para bogalakon idola yang tampak begitu bahari, mandiri dan percaya diri!



Untungnya, saat umur ini benar-benar masuk kelompok kepala 3—walau gak sekeren Bruce Willis di Moonlighting, saya masih bisa menikmati dan nyaman berjalan-jalan, yah setidaknya pas asam urat lagi gak kumat lah ya.

Itu juga yang menjelaskan, kenapa saya gak malu buat 'terjebak umur' atau 'ih ketahuan umurnya'. Helooo, siapa yang nyembunyiin, cobak? Jadi maaf, kalau ada berondong ngehina-hina umur, cukup tersenyum simpul, karena “Ah, belum tentu lo di umur segini sekeren gue.” Gak apa-apa lah sesekali pura-pura sombong, ketimbang beneran songong. (?)

Tapi kini saya jadi waswas, jangan-jangan saya kena giliran The Half Life Crisis di umur 50—kalau panjang umur!

Oke, berarti saatnya mencari jagoan baru, nih!

Hey Mr. Clooney. Can I be you someday?
Ah, berapapun umurmu, kapan pun masa kejayaanmu, semoga selalu sehat dan nyaman, hari ini sampai akhir hayat dikandung badan!

Tuesday, January 06, 2015

Berburu Lezat di Seoul: Si Wha Dam—Korean Fine Dining

Apa saat paling menghibur saat naik pesawat terbang?
Ah, tentu saja: makan!

Tak terkecuali saat di Korean Air, menu makan malam yang disajikan adalah Bibimbap, terdiri dari cincang sapi, berbagai sayuran segar, minyak wijen dan gochujang; pasta pedas. Mangkuk sebelahnya berisi cauliflower cream soup & nasi.



Tanpa pikir panjang, saya memasukkan daging & sayuran ke dalam sup, lalu makan dengan lahap. Ternyata salah langkah.

“Oh, maaf, saya tadi tidak bilang cara makan Bibimbap ini, ya! Tunggu akan saya ambilkan menu baru!” Sang pramugari yang melewati kursi tampak panik melihat isi mangkuk saya.

“Gak masalah, kok. Lagian sudah mau habis,” Saya lantas menelaah mangkuk, menerka apa yang salah. Tapi dia secepat kilat melengos ke balik gorden.

“Jadi begini, campurkan daging sayuran ini dengan nasi, lalu bubuhkan gochujang sebanyak anda suka,” Sang pramugrasi berparas cantik itu kembali memberikan saya menu utuh, alhasil makan 1.5 porsi deh!

Kiat sesat: jadi kalau mau nambah makan bibimbap di Korean Air, pura-pura salah campur saja, yuk!



Semendaratnya di Seoul, saya tidak berharap banyak, alhasil sering terhenyak!
Mulai dari para nona aduhai yang jajan-jajan cantik tengah malam, sepasang romantis yang saling bergenggaman dalam gerimis manis, atau sekadar bos muda yang sedang sengit mempertaruhkan karir di telepon. Berasa terjun langsung ke layar drama korea.











Lalu, apa saat paling menghibur saat kaki memijak daratan?
Ah, masih sama, kok: makan!



Di darat pun saya berkesempatan mencoba beberapa versi bibimbap; yang ternyata masuk jajaran makanan terlezat dunia versi CNN travel!
Jadi ya, setelah ngobrol sama tukang masak andal di Seoul, bibim berarti campur, bap berarti nasi. Oh, jadi nasi campur!



Bibimbap ini fleksibel banget; bisa disajikan dingin saat musim panas dan disajikan panas saat musim dingin. Dalam satu porsi bibimbap setidaknya bakal punya 5 sajian warna yang masing-masing berbeda nutrisi dan punya lambang arah mata angin & bagian tubuh; hitam untuk utara & ginjal (contoh: jamur shitake), merah untuk selatan & jantung (contoh: cabai), hijau untuk timur & hati (contoh: bayam), putih untuk barat & tenggorokan (nasi), kuning untuk pusat & perut (contoh: telur).

Berhubung jadi penasaran nyicip sajian ala Korea lainnya. akhirnya nanya sana sini restoran paling enak di Seoul. Terlontarlah nama paling sering disebut: Si Wha Dam.

Si Wha Dam berkonsep fine dining; jadi menawarkan menu Korea bergaya barat. Karena kalau menu 'korea beneran' kan konon 'sekali dateng langsung banyak mangkuk'. Ya udah gak perlu ribet, karena Si Wha Dam mengenalkan diri sebagai Modern Korean Restaurant.

Oh ya, tenang, ke sini gak perlu dandan ala kawinan, kok. Saya pakai kemeja flanel, celana jeans dan sepatu keds, bisa melenggang memasuki ruangan berdinding pastel dan berpenerangan nyaman.

Terus, setiap meja tertutup sekat, jadi bisa heboh melototin racikan cantik (baca:  “aduh sayang banget dimakan”) mereka secara saksama.
Tapi kalau ditilik-tilik dari arti Si = puisi, Hwa = bunga, Dam = cerita, jadi mengerti kenapa mereka menyajikan berbagai menu Korea secara artistik.

Dimulai dari tatakan piring dari tembikar pedesaan sampai bentuk sayuran bermotif bunga yang dikemas menawan, jadi berasa melahap bulat bulat galeri seni! Sudah gitu ya, kita makan diiringi musik petikan gayageum, semua panca indera dimanjain!







Nama menu-menunya sungguh puitis, salah satunya: 'bowls of blowing wind from salt ponds, the flower of salt’.  Efek pitanya berhasil bikin berasa berangin-angin, sih.



Ada juga menu yang kalau ditelaah mirip taman. Sungguh ya, daging dan jamur di atas batu panas itu beradu pamer kenikmatan di lidah!




Nah, ini menu favorit saya: Kimchi Meets Pasta: tart kimchi lembut berpadu dengan spaghetti tinta cumi!




Kalau mau booking Si Wha Dam, bolehlah telepon ke 02-738-8855. Buka 11am–3pm & 6pm–10pm.
 Alamatnya di 152 Insa-dong, Jongno-gu, Seoul. Kalau naek subway bisa ngincer Jongno 3-ga Station (Line 1, 3, 5) + exit 5.


Laporan makan belum kelar, ngider dulu ya!

Wednesday, December 31, 2014

Obrolan Turbulensi

Jus apel dalam gelas plastik itu beriak tak keruan.  Saya buru-buru menenggaknya sampai habis, waswas tumpah.

Bohong. Ada waswas yang lain.

Jemari kembali sibuk mengutak-atik layar di kursi, memeriksa keberadaan pesawat London – Kuala Lumpur yang saya tumpangi saat itu. 
Biasanya saya selalu berusaha keras cuek saat pesawat mengalami turbulensi. Yah, sambil diam-diam berjanji akan menjadi orang yang lebih baik bila mendarat selamat. Dan sayangnya janji itu selalu terlupakan saat kelamaan di darat.

Saya punya alasan kenapa begitu grogi saat pesawat terombang-ambing; saat itu baru saja ada kejadian hilangnya pesawat dari maskapai penerbangan yang kebetulan saya tumpangi saat itu. 

“Tenang, gak mungkin maskapai pesawat yang sama jatuh 2 kali dalam waktu berdekatan!” Seloroh penumpang lelaki sebelah yang ternyata menyimak kegundahan saya yang sedikit-sedikit memonitori layar. 

“Kamu takut pilot membawa kabur pesawat kita ini ya?” Tanyanya lagi sambil melesatkan telapak tangan, menyapu poni keriting pirang yang menyimpangi jidat. 

Saya tertawa kecut, tentu saja lebih takut pesawat terjun bebas. Tapi saya jawab, “Iya.” 

“I don't buy that theory!" Ia menyipitkan mata, sambil mendekatkan wajah ke bahu saya, berancang-ancang memberikan sebuah rahasia. Ia membisikkan sesuatu, cukup panjang. Sayangnya yang saya tangkap cuma, “You got it?” 

“Sorry, can you repeat?” Habis, logatnya british medok, sih! Untung dia mau mengulang dengan volume segaris lebih kencang dan kecepatan yang berkurang. 

“Jadi menurut saya, pesawat itu ditembak rudal! Dan semua korban sudah dievakuasi secepat kilat oleh pihak penembak! Makanya tidak ditemukan bangkai sedikitpun! Sungguh tak bisa dipercaya, bukan?” 

“Yang nembak siapa? Kejam amat!” 

“Banyak orang penting di pesawat itu, membawa barang dan dokumen yang bisa membahayakan banyak pihak!” Sinar matanya melejit-lejit. Tidak menjawab pertanyaan, malah menambah banyak spekulasi.

“Semoga gak ada orang penting di pesawat ini!” Entah kenapa harapan bodoh ini bisa keluar dari mulut saya. “Mendadak kemungkinan pilot membawa kabur penumpang adalah opsi yang lebih menyenangkan ketimbang ditembak rudal!” 

Turbulensi berakhir, tanda kenakan sabuk pengaman tak lagi menyala. Saya mengembuskan napas lega. 

“Ingat, ditembak rudal itu tak perlu turbulensi!” Kekeh si penumpang sebelah dengan wajah jahil, dengan jemari tangan menguncup-merenggang seketika, menggambarkan sesuatu yang meledak. 

"I don't buy your sense of humor!" Pekik saya sambil memakai headphone. Tetep sih, nyengir dikit.

Sekitar 3.5 bulan kemudian, terjadi peristiwa pilu yang membuktikan ½ teori si penumpang sebelah itu salah: pesawat dari maskapai yang sama ternyata bisa celaka dua kali di waktu berdekatan! 
½ teorinya lagi memang belum tentu benar, tapi kali ini pesawat nahas berikutnya diberitakan pecah di udara akibat ditembak di angkasa, area konflik Ukraina. 

Sungguh hati ngilu, sampai-sampai sempat bertekad ingin cuti naik pesawat, yang tentu saja gagal. 

Imbasnya, sampai saat ini, saya selalu melihat boarding pass dengan getaran hati yang berbeda. Tidak ada yang bisa menjamin tujuan terakhir kota yang kita tuju. Bisa jadi Jawa, atau pulau lain. Daratan lain. Lautan lain.




Juga tidak ada yang tahu pasti, kita akan terselamatkan, atau terpindahkan ke sebuah pulau impian.

Iya, atas nama penghiburan atas kesedihan, setiap kehilangan orang yang saya cintai, saya selalu membayangkan mereka sedang bersenang-senang di pulau impian, termasuk mereka yang tidak mendarat di kota yang mereka kehendaki. 

Hari Minggu kemarin, angkasa raya kembali meniupkan angin nestapa.
Turut berduka sedalam-dalamnya untuk para keluarga dan sahabat yang ditinggalkan para penumpang Air Asia QZ8501, semoga suatu saat bisa berkumpul dan bersenang-senang kembali di pulau impian. 

Monday, November 24, 2014

Stay Smart When On Holiday!

“Kalau memang sesenang ini sama pantai, kenapa milih tinggal di Ubud?”

Begitu biasanya pertanyaan mereka setelah mendengar jati diri saya saat kami bermain-main di berbagai pantai pulau Bali. Kalau memang benar-benar ingin tahu jawabannya; “Saya masih butuh merasakan sedikit perjuangan untuk mendapatkan apa yang saya mau.”

Lagian jarak Ubud ke pantai terasa relatif dekat, apalagi bila terbiasa macet-macetan di Jakarta.
Dalam sebulan, saya pastikan akan selalu ada acara kabur ke 'selatan', terserah saja mau di pantai mana, yang penting tempat bobo-nya nyaman buat kerja dan istirahat.

Nyaman versi saya gak bikin repot kok, cukup ada sofa dan bantal empuk, temperatur sejuk, dan tentu wi-fi kencang!

Nah, untuk akomodasi setiap kabur, saya bobo di Holiday Inn Express. Selain lokasinya strategis (baca: dekat dari pantai), harganya terjangkau. terlebih bisa memberikan kenyamanan yang benar-benar saya butuhkan, bahkan lebih.





Lebihnya adalah pas sarapan pagi, mereka punya layanan Grab & Go. Jadi buat yang lapar dan buru-buru, bisa bawa sarapan keluar hotel.



Mmh, saya sebenarnya punya banyak waktu sih, jadi selain makan di hotel, diam-diam tetap ngerampok croissant buat camilan teman nulis tepi pantai!
Terus gak perlu waswas kalau bawa baju dikit, ada laundry room sekaligus bisa setrika-setrika lucu!



Pas giliran mau pemanasan di ruang dingin sebelum jogging tepi pantai, eh ada fitness room!



Kala kolega datang untuk rapat proyek-proyek asyik pun, Holiday Inn Express sigap dengan meeting room-nya!



Jadinya selama bobo di Holiday Inn Express bebas waswas dan sesuai dengan brand value mereka yang “Wow Smart Banget” ini. Bahkan kampanye ini juga menampilkan Comedy Night di Eatology Jakarta, 19 November kemarin dengan tema ‘Gak Smart Banget!’, menampilkan enam komika Indonesia yang berbagi guyonan kocak yang Gak Smart Banget!’ saat berpergian & perbandingannya yang Wow Smart Banget!’

  

Kalau masih penasaran bisa intip video kompilasinya di sini.

Wah, bakal makin seru tuh kalau acara ini digelar di berbagai kota Indonesia ya! Saya pasti gak akan berkeberatan buat menggelinding bobo-bobo ganteng di Holiday Inn Express terdekat! Abisnya mereka punya semua yang benar-benar saya butuhkan.

Misi ah, mau nyebur dulu!



Monday, November 03, 2014

Ke India & Afrika via Bali Safari!

Kalau jalan-jalan di Bali mergokin anjing liar atau ular, saya sih udah bisa woles. Tapi kalau ketemu singa, mending lari!!



Untungnya ketemu doi cuma di Bali Safari!

Sejujurnya saya baru tahu keberadaan Bali Safari ini dari sohib yahud; Indra, yang kebetulan lagi liburan di Bali. Pas intip peta lokasi Bali Safari & Marine Park ini, ternyata masih terletak di Gianyar. Gak jauhlah dari tempat tinggal saya sekarang, Ubud: naik motor cuma 1/2 jam. Kalau mau pakai shuttle bus mereka juga bisa!

Begitu sampai di gerbang utama, saya diantar mas bli mengendarai mobil terbuka. Wuih, berasa di lokasi film Jurassic Park!



"Kebun binatangnya di mana, Pak?"
"Ya ini."
"Loh, tapi satwa semacam harimau, macan, dan sebangsa karnivora yang pandai meloncat itu beda hutan kan?" Mendadak tegang membayangkan kalau hewan hewan itu ikut duduk hore di kursi sebelah! Belum juga makan siang masa sudah jadi umpan hewan.



Untunglah, hewan terliar yang kami lewati hanya buaya, itu pun terlindungi pagar. Fyuh!
Mobil tiba di lobby Mara River Safari Lodge, tempat Indra menginap.

"Lo mesti lihat kamar gue semalem; dikelilingin badak, singa dan zebra."
 Ya ampun, dari tempat cuci tangan restauran saja, hewan-hewan yang disebutkan Indra tadi sudah terlihat melalangbuana!




Dan bahkan perjalanan keliling hutan ini belum resmi dimulai!
Wah, kita kemana dulu ya?
Apa ke Kampung Gajah dulu biar bisa jalan-jalan keliling hutan naik gajah Sumatra?



Atau mau intip Fresh Water Aquarium? Ada koleksi berbagai ikan lucu dari Indonesia, Amerika Selatan dan Afrika. Kalau mau lihat Piranha dikasih makan, bisa intip jam 1/2 11 pagi dan 4 sore. Jangan iseng nyebur ya!




Nah, ini favorit saya: Safari Journey! Naik mobil ber-AC keliling hutan yang dibagi tiga habitat: Indonesia, India dan Afrika sambil berkenalan dengan para makhluk seksi yang sedang asyik ngobrol, mandi, atau sekedar goler asoy di tepi jalan. Sambil jalan-jalan, ada guide yang asyik ngegosipin kelakuan para hewan safari ini.



"Kalau anda lihat buaya membuka mulutnya, itu bukan pertanda dia lapar. Tapi dia lagi asyik mendinginkan suhu tubuhnya."
Ups, saya pun segera mengatupkan bibir rapat-rapat, takut disangka buaya.



























Buat yang demen ngider malem-malem, bisa juga ikut Night Safari. Jadi keliling hutannya malem-malem, naik mobil yang didesain ala kandang raksasa. Sekalian bisa ngasih makan mereka juga.



Untuk yang tertarik pertunjukan teater tentang kultur Bali, bisa nonton Bali Agung Theatre Show, menceritakan legenda King Sri Jaya Pangus. Buat yang mau belajar tari Bali, ada juga kursusnya tiap hari, loh!

Eh, sebentar. Kok ada yang jejeritan ya? Jangan-jangan ada yang nekad flirtingin macan tutul?!
Oh, bukan! Teriakan tadi terdengar dari area fun zone & waterpark!
Wuih, asyik banget naik Spinning Coaster bisa menikmati pemandangan laut dan pegunungan saat di rel teratas!
Izinkan saya ikut jejeritan macho, karena kursi pun diputar-putar dengan semena-semena di saat tak terduga!


Yang gak kalah jerit, kami juga naik Go Go Bouncer; bentuknya menyerupai cumi-cumi ber-12 tentakel. Mesin ini membawa kami melayang ke udara, lalu dihempaskan ke atas bawah berkali-kali, berasa lagi kena turbulence dahsyat di pesawat! Saat mesin berhenti dan saya kira sudah boleh turun, taunya si cumi berjalan mundur, dan kami pun disiksa asyik kembali!

Kesenangan ditutup dengan naik perahu di Jungle Cruise. Musik dan suara air terjunnya bikin pengin bobo siang.



Wah, sungguh menyegarkan jiwa raga jalan-jalan di Bali Safari seluas 40 hektar ini! Ternyata hati bahagia sekali berinteraksi langsung dengan sesama makhluk hidup lain penduduk bumi. Semoga para bintang hutan betah, sehat dan bahagia selalu!





Ngomong-ngomong saya curiga, jangan-jangan mereka pun diam-diam asyik membahas kelakuan para manusia yang setiap hari berdatangan, ya?
"Kamu perhatiin gak, Pir. Kok manusia kalau foto-foto kita pun tetep harus ada wajah mereka ya?" Tanya babirusa pada sahabat tapirnya.

"Bodo amat, ah."

"Kok gak ada yang mau selfie bareng gue?"