Search This Blog

Loading...

Monday, November 24, 2014

Stay Smart When On Holiday!

“Kalau memang sesenang ini sama pantai, kenapa milih tinggal di Ubud?”

Begitu biasanya pertanyaan mereka setelah mendengar jati diri saya saat kami bermain-main di berbagai pantai pulau Bali. Kalau memang benar-benar ingin tahu jawabannya; “Saya masih butuh merasakan sedikit perjuangan untuk mendapatkan apa yang saya mau.”

Lagian jarak Ubud ke pantai terasa relatif dekat, apalagi bila terbiasa macet-macetan di Jakarta.
Dalam sebulan, saya pastikan akan selalu ada acara kabur ke 'selatan', terserah saja mau di pantai mana, yang penting tempat bobo-nya nyaman buat kerja dan istirahat.

Nyaman versi saya gak bikin repot kok, cukup ada sofa dan bantal empuk, temperatur sejuk, dan tentu wi-fi kencang!

Nah, untuk akomodasi setiap kabur, saya bobo di Holiday Inn Express. Selain lokasinya strategis (baca: dekat dari pantai), harganya terjangkau. terlebih bisa memberikan kenyamanan yang benar-benar saya butuhkan, bahkan lebih.





Lebihnya adalah pas sarapan pagi, mereka punya layanan Grab & Go. Jadi buat yang lapar dan buru-buru, bisa bawa sarapan keluar hotel.



Mmh, saya sebenarnya punya banyak waktu sih, jadi selain makan di hotel, diam-diam tetap ngerampok croissant buat camilan teman nulis tepi pantai!
Terus gak perlu waswas kalau bawa baju dikit, ada laundry room sekaligus bisa setrika-setrika lucu!



Pas giliran mau pemanasan di ruang dingin sebelum jogging tepi pantai, eh ada fitness room!



Kala kolega datang untuk rapat proyek-proyek asyik pun, Holiday Inn Express sigap dengan meeting room-nya!



Jadinya selama bobo di Holiday Inn Express bebas waswas dan sesuai dengan brand value mereka yang “Wow Smart Banget” ini. Bahkan kampanye ini juga menampilkan Comedy Night di Eatology Jakarta, 19 November kemarin dengan tema ‘Gak Smart Banget!’, menampilkan enam komika Indonesia yang berbagi guyonan kocak yang Gak Smart Banget!’ saat berpergian & perbandingannya yang Wow Smart Banget!’

  

Kalau masih penasaran bisa intip video kompilasinya di sini.

Wah, bakal makin seru tuh kalau acara ini digelar di berbagai kota Indonesia ya! Saya pasti gak akan berkeberatan buat menggelinding bobo-bobo ganteng di Holiday Inn Express terdekat! Abisnya mereka punya semua yang benar-benar saya butuhkan.

Misi ah, mau nyebur dulu!



Monday, November 03, 2014

Ke India & Afrika via Bali Safari!

Kalau jalan-jalan di Bali mergokin anjing liar atau ular, saya sih udah bisa woles. Tapi kalau ketemu singa, mending lari!!



Untungnya ketemu doi cuma di Bali Safari!

Sejujurnya saya baru tahu keberadaan Bali Safari ini dari sohib yahud; Indra, yang kebetulan lagi liburan di Bali. Pas intip peta lokasi Bali Safari & Marine Park ini, ternyata masih terletak di Gianyar. Gak jauhlah dari tempat tinggal saya sekarang, Ubud: naik motor cuma 1/2 jam. Kalau mau pakai shuttle bus mereka juga bisa!

Begitu sampai di gerbang utama, saya diantar mas bli mengendarai mobil terbuka. Wuih, berasa di lokasi film Jurassic Park!



"Kebun binatangnya di mana, Pak?"
"Ya ini."
"Loh, tapi satwa semacam harimau, macan, dan sebangsa karnivora yang pandai meloncat itu beda hutan kan?" Mendadak tegang membayangkan kalau hewan hewan itu ikut duduk hore di kursi sebelah! Belum juga makan siang masa sudah jadi umpan hewan.



Untunglah, hewan terliar yang kami lewati hanya buaya, itu pun terlindungi pagar. Fyuh!
Mobil tiba di lobby Mara River Safari Lodge, tempat Indra menginap.

"Lo mesti lihat kamar gue semalem; dikelilingin badak, singa dan zebra."
 Ya ampun, dari tempat cuci tangan restauran saja, hewan-hewan yang disebutkan Indra tadi sudah terlihat melalangbuana!




Dan bahkan perjalanan keliling hutan ini belum resmi dimulai!
Wah, kita kemana dulu ya?
Apa ke Kampung Gajah dulu biar bisa jalan-jalan keliling hutan naik gajah Sumatra?



Atau mau intip Fresh Water Aquarium? Ada koleksi berbagai ikan lucu dari Indonesia, Amerika Selatan dan Afrika. Kalau mau lihat Piranha dikasih makan, bisa intip jam 1/2 11 pagi dan 4 sore. Jangan iseng nyebur ya!




Nah, ini favorit saya: Safari Journey! Naik mobil ber-AC keliling hutan yang dibagi tiga habitat: Indonesia, India dan Afrika sambil berkenalan dengan para makhluk seksi yang sedang asyik ngobrol, mandi, atau sekedar goler asoy di tepi jalan. Sambil jalan-jalan, ada guide yang asyik ngegosipin kelakuan para hewan safari ini.



"Kalau anda lihat buaya membuka mulutnya, itu bukan pertanda dia lapar. Tapi dia lagi asyik mendinginkan suhu tubuhnya."
Ups, saya pun segera mengatupkan bibir rapat-rapat, takut disangka buaya.



























Buat yang demen ngider malem-malem, bisa juga ikut Night Safari. Jadi keliling hutannya malem-malem, naik mobil yang didesain ala kandang raksasa. Sekalian bisa ngasih makan mereka juga.



Untuk yang tertarik pertunjukan teater tentang kultur Bali, bisa nonton Bali Agung Theatre Show, menceritakan legenda King Sri Jaya Pangus. Buat yang mau belajar tari Bali, ada juga kursusnya tiap hari, loh!

Eh, sebentar. Kok ada yang jejeritan ya? Jangan-jangan ada yang nekad flirtingin macan tutul?!
Oh, bukan! Teriakan tadi terdengar dari area fun zone & waterpark!
Wuih, asyik banget naik Spinning Coaster bisa menikmati pemandangan laut dan pegunungan saat di rel teratas!
Izinkan saya ikut jejeritan macho, karena kursi pun diputar-putar dengan semena-semena di saat tak terduga!


Yang gak kalah jerit, kami juga naik Go Go Bouncer; bentuknya menyerupai cumi-cumi ber-12 tentakel. Mesin ini membawa kami melayang ke udara, lalu dihempaskan ke atas bawah berkali-kali, berasa lagi kena turbulence dahsyat di pesawat! Saat mesin berhenti dan saya kira sudah boleh turun, taunya si cumi berjalan mundur, dan kami pun disiksa asyik kembali!

Kesenangan ditutup dengan naik perahu di Jungle Cruise. Musik dan suara air terjunnya bikin pengin bobo siang.



Wah, sungguh menyegarkan jiwa raga jalan-jalan di Bali Safari seluas 40 hektar ini! Ternyata hati bahagia sekali berinteraksi langsung dengan sesama makhluk hidup lain penduduk bumi. Semoga para bintang hutan betah, sehat dan bahagia selalu!





Ngomong-ngomong saya curiga, jangan-jangan mereka pun diam-diam asyik membahas kelakuan para manusia yang setiap hari berdatangan, ya?
"Kamu perhatiin gak, Pir. Kok manusia kalau foto-foto kita pun tetep harus ada wajah mereka ya?" Tanya babirusa pada sahabat tapirnya.

"Bodo amat, ah."

"Kok gak ada yang mau selfie bareng gue?"

Friday, October 31, 2014

Marah-marah VS Mudah mudah

Paling ogah membuka tulisan dengan kalimat “zaman telah berubah.” Kesannya tua amat! Jadi bagaimana kalau “emosi orang gampang berubah, ya!”

Saya sering mengernyitkan dahi dengan orang-orang yang sering marah: “Kenapa whatsapp cuma di-read doang!” Padahal umur pesannya baru 2 jam. Belum 2 bulan.

Biasanya saya kalau 'telat membalas' itu karena ingin menunggu suasana asyik buat respons pesan. Kali aja kan, saat baca lagi meeting atau pas lampu hijau yang keburu merah. Atau pas mau bales ketemu diajak ngobrol orang. Yang jauh lebih cakep dari kamu. HAH!

Lagian, simpanlah energi kemarahanmu, karena percayalah, ada yang lebih menyebalkan dari reply superdelay: telat transfer duit! Ow, yang lebih mengesalkan lagi: transfernya hari ini, sampainya besok! Kalau ini, baik yang menunggu atau yang sudah mengirim, bisa sama-sama stres.

Pernah ya, di sebuah sore gembira, saat lagi di Singapura, saya harus kirim uang saat itu juga ke salah satu supplier Warung Ngebul. Sayangnya, karena beda bank, uang tidak sampai seketika; bahkan sampai saya tiba di Bandung keesokan paginya. Ironis amat, tau gitu bayar cash saja pas ketemuan, kan? Untung ini 'cuma' masalah supplier yang masih mau mengerti—gak sampai obrak abrik warung! Tapi saya percaya, mengirim uang tepat waktu—tanpa jeda adalah syarat utama membina kepercayaan.

Untungnya kekalutan ini gak perlu lama dipiara, soalnya bank kepercayaan saya, CIMB Niaga, kini menawarkan tabungan ON Account dengan salah satu fasilitas yang sangat saya butuhkan: transfer duit antar bank langsung sampai! Gak ada lagi hari-hari dimana transfer dari bank A ke bank B harus nunggu 24 jam dulu sampai uangnya masuk.

Terus ya, pake On Account ini, semua transferan langsung sampai real-time alias detik itu juga. Sedapnya! Ada satu lagi keuntungan On Account yang bikin rahang lepas pas denger: tarik tunai di seluruh dunia bebas biaya! Wah, ini sih jelas berguna banget buat yang sering jalan-jalan ke luar negeri.

Jadi keingetan pengalaman jalan-jalan ke London, eh duit jajan cashnya kurang. Ya ketimbang jadi TKI ilegal demi ngumpulin duit jajan malah kena deportasi, akhirnya merelakan diri narik uang dari rekening rupiah, deh.

Ketika pulang ke tanah air dan menerima statement bulanan, baru ketahuan kalau tarik tunai di London kemarin kena charge £7. Buset. Kebelet pipis di London saja saya tahan-tahan ketimbang bayar public toilet £1 atau sekitar Rp.19,000,-. Lah, ini narik duit kena biaya £7. Kan bisa pipis 7 kali! Haha, itungan banget yak!
Yah, agak kapok lah ya jadinya kalau narik uang di luar negri. Kebayang kan betapa leganya waktu On Account dikabarkan bisa narik tunai tanpa dikenakan biaya. Exchange ratenya juga menguntungkan banget.

Tenang, ini bukan kabar burung. Soalnya saya datang ke acara peluncuran On Account, khusus buat cari tahu lebih lanjut mengenai rekening ini.

Talk show On Account bareng Glenn Marsalim (blogger),
Raline Shah (aktris),
Sukiwan (Vice President Liabilities Business Group Head CIMB Niaga),
Mario Patrick (MC).  

rame-rame buka rekening

layanan video banking

Melalui acara ini saya juga jadi tahu bahwa buat registrasi gak perlu sibuk dandan dan ngabisin ongkos transportasi demi datang ke bank: cukup klik http://www.cimbniaga.com dan pilih menu Online Account Opening.

Semuanya online dan bahkan kita bisa memilih untuk buat janji dengan CIMB Niaga supaya mereka yang datang ke kita untuk pembukaan rekening. Asyik, bikin rekening sekarang bisa sambil piyamaan dan ngopi pagi-pagi!

Tapi tunggu, dengan berbagai fasilitas menyenangkan ini, sering mendadak parno gak sih? Jangan-jangan biaya administrasi bulanannya yang nyekik? Atau gimana abis ngambil duit di atm, kartunya berubah jadi dedaunan? Klenik amat.

Oh, gak perlu paranoid! Selama saldo tabungan minimal Rp 1 juta, maka bebas biaya administrasi, termasuk bebas biaya transfer ke mana pun! Berkurang deh alasan saya untuk marah-marah urusan duit dan bank.

Semoga dengan berbagai kabar menyenangkan ini bisa bikin kamu juga gak gampang marah-marah, karena akan selalu ada pilihan yang bikin mudah!

Friday, October 24, 2014

10 writer-friendly cafes in Ubud


Supposedly, being a writer is about being mentally prepared for rejection. Either by publishers, readers or waiters.

Here's the case.
You're on vacation in Ubud, but you still have deadlines that can't be missed. As you open your laptop in public, people around you start giving you that bitchy stare like those “it” girls at school. You probably act like you don't care, but what you need is “workcation” amenities.

So, before rejection kills you, these writer-friendly cafes will help you relax to get down with your laptop and a cup of coffee to writing the first draft of a novel, sexy lyrics, a dirty diary or whatever you want to write.

But before we walk down the streets, let me give you my definition of a “writer-friendly café”: varied prices ranging from cheapy to pricey in one location, relaxed waiters that still smile if you only order a single cup of coffee, comfortable seats and cozy from the couch to the gazebo and, of course, free WiFi -- hey, in the end we still need the Internet to send in our work, right?

If your head kept nodding while you read the above list, join me as I explore Ubud from the west.

( I wrote this article for The Jakarta Post Travel. So please continue reading here)

Tuesday, October 14, 2014

Surat 1002: Antara Logika dan Hati Nurani

Dear Vibi,

Seminggu terakhir ini saya tidak dapat memalingkan mata dari buku yang kamu tulis, Kedai 1001 Mimpi. Saya juga tidak dapat membiarkan waktu senggang saya terbuang tanpa membaca buku-mu.  

Mungkin saya adalah salah satu pembaca bukumu yang tidak begitu kaget dengan cerita-cerita yang ada di dalam Kedai 1001 Mimpi, lebih tepatnya sudah siap mental duluan, hehehe. Saya sadar dan yakin ada sejuta misteri terselubung di negari yang kamu ceritakan, sampai akhirnya membaca cerita-ceritamu merupakan bagian yang mampu membuat saya lebih yakin akan misteri-misteri tersebut.

Miris rasanya harus mengetahui lebih dalam seluruh kejanggalan yang terjadi di negara kerajaan tersebut. Sekitar tahun 2010 atau 2011 saya menjalankan ibadah umrah dan sedikit mendengar cerita mengenai adanya tempat perjudian di Saudi Arabia.

Awalnya memang terasa berat harus mendengar berita tersebut, seperti membenturkan hati nurani dengan logika berulang-ulang, terbayang kan beratnya? Hahaha!

Setelah melakukan beberapa pencarian ditambah lagi membaca buku yang kamu tulis, kemelut yang terjadi di negara kerajaan itu ternyata lebih dari "sekadar" tempat dan aktivitas perjudian yang saya dengar sebelumnya.  

Melalu surat elektronik ini saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena cerita-cerita yang kamu tulis semakin membuka mata saya mengenai negara tersebut. Apa yang telah terjadi di negara kerjaan tersebut (sayangnya-red) akan selalu dikaitkan dengan kepercayaan dan ajaran yang mereka peluk.

Inilah yang membuat saya semakin berpikir sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kepala saya beberapa tahun terakhir ini.

Vibi, Bolehkah saya bilang suatu kewajaran terhadap para pembenci tulisan-tulisan mu jika mereka mencaci maki dan melakukan teror terhadap dirimu baik secara langsung ataupun tidak langsung setelah membaca tulisan-tulisan tersebut?

Kalau iya, berarti kita sepaham dan tidak perlu diperdebatkan.

Dan, saya yakin kamu pasti sudah mempersiapkan diri untuk skenario terburuk yang akan terjadi ketika meyakinkan diri untuk menjadikan cerita-ceritamu menjadi sebuah buku yang akan diterbitkan dan dapat dibaca oleh orang yang berada di negara mayoritas muslim ini.

Jikalau tidak, menurut saya para pembenci yang mencaci maki serta meneror dirimu setelah membaca tulisan-tulisan mu adalah orang yang tidak mau, tidak mampu, atau bahkan tidak sanggup membenturkan logika dengan hati nuraninya.

Mereka terbayang seluruh ajaran yang mereka pahami hampir seumur hidupnya, yang mengajarkan kebaikan secara keseluruhan, nyatanya berbanding terbalik dengan cerita-cerita yang kamu alami secara langsung di tempat pertama ajaran tersebut disebarkan. Dan saya yakin, kamu pasti lebih paham alasannya mengapa mereka melakukan hal-hal tersebut.

Vibi, melalui email ini saya memberikan dukungan agar kamu tetap tegar, kuat, sabar, dan selalu semangat berkarya melalui tulisan-tulisan berdasarkan pengalaman nyatamu. Kenyataan memang selalu pahit, seandainya manispun pasti hanya sepersekiannya, bahkan terkadang manis yang dirasakan itu pun tidak nyata.

Saya percaya seluruh cerita-cerita yang kamu tuangkan dalam buku Kedai 1001 Mimpi benar adanya terjadi di Saudi Arabia tersebut. Mungkin ini email kesekian yang menyatakan dukungan kepada kamu yang jika dibandingkan dengan email penuh caci-maki dan teror mungkin tidak ada apa-apanya.

Semoga email singkat saya ini semakin membuat-mu yakin, kalau kamu berada di jalan yang benar dan masih banyak pembaca yang percaya serta mendukung-mu setelah membaca buku Kedai 1001 Mimpi yang kamu tulis.

Vibi, semoga kita diberi kesempatan untuk bersua dan bertukar pikiran lebih jauh tentang cerita-cerita mu. Oh iya, sampaikan salam saya kepada Teteh Yuti, Mas Blitar, Bambang, Benny, Randy dan seluruh sahabat-sahabatmu yang kamu ceritakan di Buku Kedai 1001 Mimpi yaa..

Vibi, sekian email dari saya. Semoga kamu sempat membaca dan membalas email ini di tengah kesibukan.

Salam Hangat.

-Muhammad Puri Andamas-


Halo Puri, 

Terima kasih mau berbagi benturan hati! 

Sama dong, awal menemukan banyak 'keunikan' di negeri itu, hati ini rasanya berat. Saat diam saja, bisa gila sendiri. Giliran ribut curhat, malah dikira 'bongkar aib saudara sendiri'. 

Saya masih berharap muluk, buku Kedai 1001 / 1002 Mimpi bisa menjadi bekal calon pekerja yang akan mencoba berjaya di Saudi—bahkan di manapun. Jadi saat mereka menginjakkan kaki di sana dan menghadapi berbagai keanehan, mereka dengan kuat bisa "ah, gak kaget tuh" dan menjaga diri dengan gagah menawan.

Ah, saya jadi keingetan, 'penyerangan' pertama saat saya menceritakan pengalaman saya saat bekerja di sana adalah saat curhat di Facebook. 
Awalnya sih perih, tapi lama kelamaan setelah mendapat 'hadiah hitam' bertubi-tubi, saya tidak sedih lagi kalau dapet respons negatif, karena bisa jadi mereka pun dalam fase awal sama seperti saya dan kamu saat pertama kali hati terbentur, bukan? Bedanya ada ada yang segera mencari fakta, ada yang menutup hati dan memilih caci maki. 

Lagipula perih saya tidak sepadan dengan pedihnya hati para TKI yang teraniaya--bahkan diperkosa yang saat meminta pertolongan malah dituduh 'si pembuka peluang' atau malah 'sama-sama menikmati'. 

Seperti saya tulis di Kedai 1002 Mimpi, TKI nakal pun pasti ada, tapi bukan berarti bisa jadi pembenaran untuk memperlakukan mereka semua semena-mena. Sama seperti halnya majikan Saudi, yang baik pun pasti ada, semoga golongan merekalah yang pada akhirnya akan merajalela. Amin. 

Puri, terima kasih untuk surat dukunganmu ya. Salammu akan saya sampaikan beserta link postingan ini agar mereka bisa ikut baca ;) 

Salam adem, 

Vabyo

Wednesday, October 01, 2014

Keliling Ubud: 10 Tempat Makan Ramah Penulis


Memangnya ada tempat makan yang judes sama penulis? Belum pernah nemu, sih.Tapi tempat yang akan saya koar-koarkan berikut ini bisa jadi pilihan asyik bagi penulis untuk bekerja; Entah menulis buku, lagu, blog, naskah, resep masakan atau malah diari. Hei, apa pun kini bisa jadi sebuah karya, bukan?

Nah, kalau tempat makan menyenangkan bagimu adalah:
Harga variatif (mau makan kenyang, ayo. Mau ngopi doang mulai 20 ribuan, bisa!)
Pelayan ramah (gak dijutekin kalau kerja kelamaan—padahal ngeteh doang)
Tempat nyaman (bisa leyeh-leyeh di sofa, duduk manja di kursi atau selonjoran ngampar!)
Tentu saja penting: ber-WIFI kencang (walau kadang penuh ujian)

Kalau setuju, mari ikut saya menelusuri Ubud mulai dari arah barat!

1. Bambu Indah
Lokasi: Jl. Sayan


Pertama kali mampir ke Bambu Indah, saya kira ini 'cuma' hotel butik yang restaurannya tak bisa didatangi tamu luar. Eh, ternyata bisa! Dan menyenangkan!
Paling asyik nongkrong di sini sore-sore, menjadi saksi matahari terbenam. Sambil menikmati secangkir kopi, semangkuk es krim, atau segelas wine chardonnay.
Coba juga minta izin sama sang pelayan buat keliling kompleks, bersiaplah menemukan banyak tempat memukau!



Spot nulis asyik: Bale-bale menghadap Sungai Ayung!
Boleh coba: Sate Tempe & Ayam Bumbu.

2. Cafe Vespa
Lokasi: Jl. Penestanan


Menunya beragam, dari japanese sampai lebanese; dari sushi set sampai saus hummus! Menunya juga bisa mendua; berdaging atau vegetarian.
Teh herbalnya juga juara menyembuhkan rada tenggorokan dan migren.

Spot nulis asyik: Meja panjang ujung ruangan; bisa gabung sama pengunjung lain, kali aja kan jodoh.
Boleh coba: Cheese Platter & Vegetable Stack. Coba juga roti Ciabatta yang dibuat setiap hari, colek pakai mentega hangat. Pilihan teh herbal: lemongrass herb + spices & rooibos

3. Kopi Desa
Lokasi: Masih di Jl. Penestanan


Setiap cafe pasti berlomba menawarkan kenyamanan. Kopi Desa menawarkan kenyamanan bertandang ke rumah saudara di desa; dimulai dengan lepas sandal saat masuk ruangan.
Ruangan dihangatkan rak buku dan hiburan instan; entah dari pengunjung yang sekadar bermain gitar atau nonton film bareng lewat proyektor.

Boleh coba: mixed vegetable omelette, mocha coffee.
Meja nulis asyik: Di sofa bagian kanan teras. Bisa sekalian ngecengin yang numpang lewat.

Yang kocak, di depan Kopi Desa hampir selalu bertengger motor Vespa, yang sering membuat orang terkecoh nyangka mereka Cafe Vespa. Ide pembalasan: Cafe Vespa mungkin bisa pasang papan menu dengan tulisan “jual KOPI dari DESA”.

4. Round Bar
Lokasi: Masih di Jl. Penestanan juga. Tapi tenang, cafe berikutnya akan beda jalan, kok.


Dari Kopi Desa menuju Round Bar akan melewati liukan curam nan gelap, bikin deg-degan buat yang masih belajar motor dan bikin gelap linglung kalau siang-siang pakai kacamata hitam. Tapi kelamaan, penestanan jadi trayek menyenangkan buat ugal-ugalan. Hush!

Boleh coba: Aneka pizza, burger, dan uh... pukul 5-7 sore ada Happy Hours, 30% off buat cocktails.
Meja nulis asyik: di meja depan yang nyatu sama tiang. Musik raggae yang mereka putar bikin berasa di pinggir pantai!

5. Dapurku
Lokasi: Jl. Raya Ubud


Begitu masuk ke Raya Ubud dari Penestanan, lurus terus sampai nemu umbul-umbul & lampion berwarna-warni. Patokannya ada di antara apotek Guardian dan belokan ke Tirta Tawar.

Dapurku menyediakan menu parasmanan beragam yang menyenangkan lidah sunda saya. Yang seru, menu gonta-ganti setiap hari dan bisa request pula!Pernah suatu hari saya ngidam petai bakar, yang langsung dikabulkan mereka. HUAHH!!
Harganya pun murah memukau. Untuk gambaran: sepiring nasi uduk, perkedel 3 buah, sayur bayam, balado ayam, bakwan, telur rebus dan es teh manis dingin hanya 25 ribu rupiah! Psst, kerupuk gratis!
Setiap sore, mereka juga menyediakan menu bubur ayam dan berbagai sup hangat.

Boleh coba: Sup Iga, bahkan tulangnya pun enak dan lunak!
Meja nulis asyik: Lesehan paling depan yang menghadap jalan. Tapi kalau sekiranya lagi lapar berat, duduklah di meja paling belakang dekat meja buffet.


6. Abe Do
Lokasi: Jl. Tirta Tawar
Dari Dapurku tinggal lurus dikit dan belok kiri!
Saya hobi jalan-jalan sore naik motor di Tirta Tawar atau Desa Kutuh ini, aspalnya mulus sekali dan relatif sepi. Pemandangan sawah hijau segar bikin hati bugar!
Eits, hati-hati warung organik Abe Do-nya malah kelewatan! Tempatnya mini, jadi datanglah di jam-jam non-orang-kebanyakan-laper.



Boleh coba: aneka jus sayur buah organik & grilled chicken.
Meja nulis asyik: meja paling belakang menghadap pintu.

7. Kebun Bistro
Lokasi: Jl. Hanoman


Dari Tirta Tawar, kita ke Raya Ubud lagi, belok ke Hanoman!
Dekorasi Kebun Bistro membuat kita berasa tiba-tiba ada di sebuah cafe pinggir jalan Prancis. Perhatikan saja tempat lilin atau lampu chandelier mereka, membuat siapapun yang kita temui ingin bilang J'aime beaucoup ce que vous faites!

Boleh coba: French onion soup, tenderloin beef steak.
Kopi italian dark roast pakai french press.
Meja nulis asyik: Di bangku paling luar. Di Kebun Bistro paling asyik nulis pakai pulpen! Mari kembali ke notebook yang sesungguhnya.


8. Kafe
Lokasi: Jl. Hanoman


Masih sejajaran dengan Kebun Bistro, tinggal jalan dikit, menclok ke Kafe!
Iya, namanya memang Kafe. Jadi kalau diajak “Ke Kafe, yuk!” lalu kita tanya “Cafe mana?” dan alisnya mengerut, bisa dipastikan cafe yang ia maksud adalah Kafe!


Meja nulis asyik: Di mana pun di lantai 2. Kalau lagi adem, pilih area balkoni.
Boleh coba: Pesto & Herb Feta Cheese. Minta ekstra Olive Oil. Aih sedapnya!


9. Pizza Bagus
Lokasi: Jl. Raya Pengosekan
Dari Hanoman mari lurus terus sambil curi-curi pandang sebelah kanan, siap-siap belok ke Pizza Bagus! Dan saya setuju, pizzanya memang bagus, baik dari tampilan, harga dan rasa.
Selain makan, di sini juga bisa belanja keperluan pangan. Kapsul kapsul kopi untuk mesin pun tersedia dengan menawan. Bumbu-bumbu rempah pun bertebaran penuh pesona.

Boleh coba: Pizza apa pun dengan ekstra mozarella!
Meja nulis asyik: Di meja tinggi kanan dekat pintu masuk.


10. Warung Sopa
Lokasi: Jl. Nyuh Kuning


Dari Raya Pengosekan, lurus terus ke arah selatan (sudah seperti orang Bali gak sih; pakai arah mata angin), siap-siap belok kanan ke Jl. Nyuh Kuning. Perlambat langkah atau kendaraanmu, Warung Sopa ada di sebelah kanan, tidak jauh dari persimpangan.
Setiap ke Warung Sopa, saya mendadak rela kalau ditakdirkan jadi vegetarian selamanya!


Boleh coba: lumpia pakai sambal matah. Setiap Rabu dari 9 pagi sampai 1 siang ada Ubud Organic Market.
Meja nulis asyik: Di lesehan sambil disapa angin sepoi-sepoi.

Berakhir sudah tur Ubud edisi ngafe-ngafe ala penulis ini. Kalau kaki pegal, di sebelah Warung Sopa ada pijat refleksi, loh!

Selamat berkeliling ria & menulis sadis!