..Gak ada manusia jenius kalo gak ada manusia tolol..

Wednesday, February 22, 2012

Drama Imigrasi

"Anda terancam 5 tahun penjara atau denda maksimal 500 juta."

Kalau saja ini sinetron, pasti kamera lagi sibuk zooming in zooming out mimik muka tololku.
Tapi kalau saja ini kehidupan nyata, mungkin dakwaan itu akibat aku baru ngebunuh orang, nyuri tabungan tetangga sekompleks, ngehirup lem aibon campur cimeng, atau mencakar payudara Dewi Perssik.

'Sayang'nya, ini semua gara-gara kekhilafanku dalam pengajuan pembuatan paspor.

Jadi begini loh asal mulanya.

Aku punya 2 buah paspor yang sudah tidak berlaku. Pertama: paspor 48 halaman (berlaku 2003 - 2008). Kedua: paspor 24 halaman (berlaku 2009 - 2012). Kalo nggak ngeh, paspor 24 halaman ini juga terkenal sebagai paspor TKI. Kan aku pernah kerja di Saudi Arabia jadi babu pembuat kopi.

Nah, beberapa minggu lalu aku membuat paspor baru karena berencana berdarma wisata keliling dunia. *tsah*
Dengan logika (yang ternyata sesat) seperti pembuatan SIM A dan SIM C (sama-sama buat nyetir tapi beda kendaraan), maka aku memberikan paspor lama yang 48 halaman. Kan, gak akan jadi TKI lagi.

Setelah proses wawancara dan foto, aku kaburlah ke Ubud. Menyepikan hati dan membahagiakan diri. Pas balik Bandung, aku dapet kabar dari pihak imigrasi, kalau permohonan paspor baruku ditolak! Iya... DITOLAK!

DITOLAAAK!
*apa sih*

Alasannya: mereka menemukan data identitasku di sistem online telah mempunyai paspor versi TKI. Euh... maksudnya, kepemilikan paspor yang terekam di sistem pendataan imigrasi adalah pasporku yang terakhir: 24 halaman, bukan yang 48 halaman.

Karena merasa bukan masalah dan tidak bersalah, aku pun menjawab santai tanpa beban, "Oh, memang iya. Masih ada kok, paspornya. Harus diserahkan juga ya?"

"Kenapa tidak diinformasikan? Apa sengaja menyembunyikan? Anda telah menduplikasi paspor!" Gitu deh kurang lebih jawaban doi.

Dupli... ka...si... APUAAAH?!

*pause*

Kembali ke logika awal yang ternyata gagal itu, kalo bikin 'SIM A' "ketahuan" punya 'SIM C', kirain gak akan jadi prasangka dan praduga.

Jadi logika yang baru kucerna di pembuatan paspor ini; kalo mau perpanjang 'SIM A' (atau apapun itu), harus menyerahkan jenis 'SIM' yang terakhir berlaku (entah SIM B atau SIM C bahkan SIM SALABIM).

Untuk informasi tambahan:
Tahun 2006 Departemen Hukum dan HAM menerapkan sistem paspor biometrik; diyakini memiliki security tingkat tinggi dan bersistem online sehingga memungkinkan pelacakan terhadap pembuatan paspor ganda.

Nah, logikaku (yang lagi-lagi mungkin juga sesat) untuk duplikasi paspor adalah ada 2 (atau lebih) paspor yang masih berlaku dalam 1 waktu.
Kalo kedua pasporku kan sudah beda halaman, beda pula masa berlakunya.

Lalu kalau aku dicurigai punya itikad buruk, lah, semua identitas dari nama, tanggal lahir, dan foto, kedua-duanya sama. Hanya gaya poninya saja yang berbeda. Dan sumpah aku tidak pernah pakai wig jayus ala Gayus.

Akhirnya aku tadi diwawancara pihak imigrasi dalam acara pemeriksaan duplikasi paspor. Dan tampaknya aku akan mengeluarkan biaya besar untuk drama imigrasi ini.

Dan ternyata kalo dari paspor TKI mau konversi jadi paspor wisata, biayanya sekitar 1.8 juta. Entah mengapa jadi berlipat ganda dari biaya normal 250 ribu.

Lalu diumumkanlah berita jeruji besi pencabik hati itu.

Yang (nggak) lucu, saat pengumuman penjara itu dikumandangkan, dari meja ujung ruangan terdengar lantunan suara matjho milik bang Ariel:

"Dara jangaaan kau bersediiih... ku tahu kau lelaaaah."

Astagfirullah. Apakah ini pertanda aku akan satu sel dengan bang Ariel? Na'udzubillah!

Tapi kalau sampai sial-sialnya aku memang mesti menginap di penjara, mau mohon dengan sangat boleh bawa Wylie, Macbook, Wi fi modem, dan kamar menghadap sunset!!!



Saat ini berkas BAP sedang ditinjau imigrasi pusat untuk menentukan layak atau tidaknya kejujuranku ini.

So, please pray for me
. I know I'm strong, but am 'lil bit tired of all of this mess :)

Wednesday, February 15, 2012

Model ular

"Minggu ini ada waktu gak? Kita mau motret kamu. Wylie-nya bawa ya?"
Aku otomatis memandang riang Wylie yang sedang asyik gelendotan di betis gempalku. Wah, kita akan menjadi foto model bersama!

TRING! Dan inilah foto kami berdua:


Hey! Abaikan perut buncit dan puting melenting ituh!

Mendingan ikutan pake t-shirt yang aku pakai ini yuk? Cukup donasi minimal 150 ribu rupiah, akan membantu anak-anak yang kekurangan dan sakit keras.

Keterangan lebih detail, mari berlanjut ke http://www.angelsheartcampaign.com/

Saturday, February 04, 2012

Mendadak Yoga

Hati-hati. Aku mau berkeluh kesah, sekaligus sombong.

Jadi ya, dari semua kesalahan orang-orang yang memanggil nama lengkapku, yang paling sering terdengar atau tertulis adalah jadi Valiant Budi YogA.

Agak mengherankan, mengingat huruf I dan A berjauhan.
Kalo Valiant jadi Palian, masih agak ridho. Kalo PALIANI, biasanya agak ngamuk bego.

Tapi gak apa-apa mendadak YOGA, yang penting bisa tampil di video di bawah ini.

Tuh kan sombong. Udah gak kaget, kan?



Eits, ada satu lagi, dan masih mendadak YOGA :p
ENJOY!

Tuesday, January 31, 2012

Misteri novel Joker.

Jangan patah semangat kalo karya tulismu ditolak penerbit, atau telah terbit tapi terabaikan pembaca--atau yah, mari kita saklek: NGGAK LAKU.

Tenang, ternyata kesempatan bisa datang dua kali, bahkan lebih! Tuhan ternyata menyiapkan waktu terbaik untuk segala usaha tanpa putus asa.

Yeah, mungkin ini terdengar omong kosong belaka ala ala bla bla bla. Tapi kalo gak percaya, novel Joker salah satu saksinya.

Mungkin kamu gak tau, kalo novel ini pertama kali terbit 2007. Kalo gak tau juga wajar aja, kok, karena Joker menghilang cepat, karena di-retur toko buku.

Kegagalan novel pertama secara komersil gak bikin aku kapok nulis, tetep usaha nulis ini itu, dari buku, lagu, sampai menu.

Dan awal tahun 2012 novel Joker lahir kembali. (Terima kasih dan )
Kemudian seorang teman bernama mengirimkan foto yang dijepret dari Gramedia Grand Indonesia:


Terima kasih untuk dukungannya, teman-teman :'0

Wednesday, December 07, 2011

Redesain novel Joker.


Dapet kabar menggelegar dari Redaksi GagasMedia, novel pertama saya: Joker, Ada Lelucon Di Setiap Duka (2007) akan diterbitkan ulang dengan cover baru. Alhamdulillah!

Bantu-bantu pilih cover, yuk? Suka yang mana?

Wednesday, November 16, 2011

Telepon Aneh Di Pagi Hari


Di sebuah pagi yang nggak buta-buta amat, ponselku bergetar. Sialnya benda itu ada persis di sebelah bantal, hingga getarannya merenggut alam mimpi basahku.


Saat kulihat layar, terpampang nomor asing: 0218370XXXX. Terus terang saja, kalau nomor tak dikenal, aku biasanya gak mau angkat. Maklum, kan anaknya sombong dunia akhirat gitu.


Tapi kali ini, entah daya magis mana yang membuat lenganku begitu luwes menempelkan ponsel ke daun telinga, dan..


“Halo?”


“Pagi, dengan Dek Budi?”


Wiiih. Tumben ada yang masih manggil Budi. Selama ini yang manggil nama tengahku adalah keluarga, teman masa kecil, guru SD, dan tukang cilok kecamatan Coblong.


“Iya?” Jawabku agak waswas, siapa tau doi Om yang lama tak bersua atau Pakde yang tertukar.


“Gini, Dek Budi nyiptain lagu buat sm*sh kan? Kebetulan saya dari partai baru, mau minta dibuatin lagu sama Dek Budi buat kampanye nanti.”


Uwoow! “Partai apaan, Pak?” Beberapa nama partai lalu lalang di benak, membayangkan uang enak.


“Partai Hati Nurani Manusia, alias Partai Hanuman.”


Gleg. Ada yang nggak beres. Persis dengan hidup ini. *apa deh*


Si Bapak Partai Hanuman pun terus meracau, dari lambang partai berupa pohon-pohon besar penuh dengan monyet, hingga konsep lagu berirama 'jungle' yang akan dinyanyikan kumpulan bapak-bapak gendut bernamakan Teletaboy. Iyah, teletaboy.


“Gimana Dek Budi, bisa kan bikin lagu beres 2 minggu?”


“Saya coba, deh.” Gila. Aku noyor kepala sendiri. Kerjaan lagi segambreng hombreng, sekarang nyanggupin diri bikin lagu untuk kampanye partai Hanuman buat boyband Teletaboy?


“Baiklah, sekarang saya hubungkan Dek Budi dengan sekretaris saya buat urusan fee.”


AYEEE! THIS IS THE BEST PART OF MY LIFE!


“Pagiiii, Mas Budiii, jadi mau dibayar berapa, nih?” Ooouw, terdengar suara mbak-mbak yang langsung terbayang lagi pake banyak roll rambut dan bibir menor. Eh, tapi pas denger suaranya, kok aku kayak berasa akrab ya? Eh, tapi aku kan denger suara kucing aja bisa horny. Ini pasti perasaan Dek Budi saja.


“Saya mau kursi DPR aja,” tentu saja aku bercanda. Canda yang bila diseriusin akan bahagia.


“Boleh, kebetulan kita ada jatah di Soroako.” Beuh, dijabanin.


Percakapanpun semakin terasa main-main.


Dan yang lebih kampret lagi, ternyata percakapan telepon aneh itu.... bisa didengar di 101 JakFM!


YAK. AKUH DIKERJAIN!


TUNGGU BALASAN AKUH, TIKEU & RONAL!


PS: Kalo mau denger sekarang juga, ternyata bisa dikupingin di SINIH!


Sekian, dan terima hiburan.

-Dek BUDI

Monday, November 07, 2011

Adudombatainment

Hai apa kabar sih?


*grogi gak jelas*


Setelah sekian lama absen blogging, sekarang rasanya jadi kaku-kaku gak enak gimana gitu ngetiknya. Berasa nyapa sahabat lama yang sempet ditinggalin gara-gara ketemu temen baru yang ternyata bau.


Maaf ya, blog. KINI AKU KEMBALI!!!


......


Ya udah deh, marah gak marah, sekarang giliran aku ngasih kabar ya.


Sembilan bulan terakhir ini hidup terombang-ambing berbagai ujian, rahmat dan rezeki. Alhamdulillah gak pake ya.


Banyak kerjaan yang bahkan gak pernah kepikiran sebelumnya.


Salah satunya menulis lagu SM*SH. Yeah, please do judge me all you like, brow! :p


Tapi jangan ngehina dulu kalo belum denger lagu Akhiri Saja, Selalu Bersama dan Ahh. Gak maksa buat suka, tapi aku benci kalo belum denger udah asyik kritik. Kayak belum pernah ciuman udah nuduh mulut kita bau.


Alhasil, aku berasa ngelahirin 3 bayi kembar; promosi Kedai 1001 Mimpi + rekaman album perdana SM*SH + mengurus Warung Ngebul. Semuanya lahir di waktu yang bersamaan.


Kadang mesti pontang-panting biar ketiganya berjalan beriringan tanpa ada yang saling iri dan mencaci maki. Dan kadang sayangnya ada pula yang memanfaatkan momen ini.


Suatu sore di kawasan Kuningan Jakarta, aku diwawancara sebuah majalah untuk Kedai 1001 Mimpi. Si pewawancara ini ditemani cowok bertopi yang selama proses interviu asyik memainkan camcorder. Agak keganggu, sih. Tapi lebih baik lah daripada memainkan perasaan.


Setelah wawancara berakhir, si cowok bertopi mendadak ngenalin dirinya; ternyata doi seorang 'jurnalis' sebuah infotainment. Ngakunya.


“Boleh tanya-tanya soal SM*SH?” tanyanya sopan sambil menyalakan camcorder. Aku lantas merapikan jambul dan mencukur jambangku.


“Apa benar saat ini ada huru-hara dalam manajemen SM*SH?”


HAH? Kirain mau nanyain lagu-lagu buatanku atau apalah yang gak ngundang prahara dan dusta.


“Kalo itu sih, tanya manajemen aja. Saya gak tau apa-apa karena gak terlibat di dalamnya. Kalo nanya seputar lagu yang saya buat, ayo.”


“Apa tanggapan anda tentang (menyebutkan salah satu personil) yang terlibat cekcok dengan (menyebutkan personil lain) gara-gara (menyebutkan peristiwa yang menggemparkan).”


Bused. Si cowok bertopi ini gigih sekali.


“Maaf itu pertanyaan apa pernyataan pancingan yang gak jelas kebenarannya? Bau-baunya kok fitnah banget?” Aku mulai gerah sambil mencoba menurunkan camcorder-nya.


Si cowok bertopi tersenyum getir, mematikan camcorder.


“Ayolah, jawab aja ada masalah atau apa, kek. Nanti kita bantu mas biar terkenal.”


Aku mendadak merasa terhina, disamakan dengan mereka yang depresi mencari perhatian lewat ajang huru-hara berbalut entertain gak pake ment ini.


“Ya elah, Mas. Wawancara orang yang kebelet jadi artis aja, deh,” aku lantas beres-beres seperti pembantu pundung yang ingin pulang kampung.


Yah. Itu lah. Aku sudah banyak menerima drama dari buku-buku yang aku tulis. Belum siap dengan episode baru.


Aku juga mau kok dikenal orang banyak. Tapi karena karya, bukan huru-hara.

Karena kenangan indah, bukan adu domba.

Mbeeeeek.


Eh, ini belum kelar. Tapi meja nomor lima ada yang cakep. Aku usaha dulu ya.

Sampai nanti!

Thursday, October 27, 2011

Memang, tangan kami berbeda gaya saat berdoa. Tapi saat sayang, ia sama-sama bergandengan.
-vabyo

Tuesday, July 05, 2011

Doa hari ini.

Semoga ketika cinta tulus ini terbongkar, jari manismu masih telanjang.

Saturday, May 07, 2011

Terperahu. Terperanjat dan terharu!



Gimana nggak, lagi heboh-hebohnya jualan buku terbaru via twitter & FB, taunya temen ngabarin kalo buku Kedai 1001 Mimpi bercokol di peringkat 3 Best Buy Kutukutubuku.com

Aduh makasih banyak ya? Semoga buku ini bermanfaat bagi jiwa raga para umat manusia.
Oh ya, hari ini Kedai 1001 Mimpi mulai menyebar di toko buku Jakarta. Kota lain segera menyusul, semoga secepatnya. AMIN!