Search This Blog

Wednesday, October 01, 2014

Keliling Ubud: 10 Tempat Makan Ramah Penulis


Memangnya ada tempat makan yang judes sama penulis? Belum pernah nemu, sih.Tapi tempat yang akan saya koar-koarkan berikut ini bisa jadi pilihan asyik bagi penulis untuk bekerja; Entah menulis buku, lagu, blog, naskah, resep masakan atau malah diari. Hei, apa pun kini bisa jadi sebuah karya, bukan?

Nah, kalau tempat makan menyenangkan bagimu adalah:
Harga variatif (mau makan kenyang, ayo. Mau ngopi doang mulai 20 ribuan, bisa!)
Pelayan ramah (gak dijutekin kalau kerja kelamaan—padahal ngeteh doang)
Tempat nyaman (bisa leyeh-leyeh di sofa, duduk manja di kursi atau selonjoran ngampar!)
Tentu saja penting: ber-WIFI kencang (walau kadang penuh ujian)

Kalau setuju, mari ikut saya menelusuri Ubud mulai dari arah barat!

1. Bambu Indah
Lokasi: Jl. Sayan


Pertama kali mampir ke Bambu Indah, saya kira ini 'cuma' hotel butik yang restaurannya tak bisa didatangi tamu luar. Eh, ternyata bisa! Dan menyenangkan!
Paling asyik nongkrong di sini sore-sore, menjadi saksi matahari terbenam. Sambil menikmati secangkir kopi, semangkuk es krim, atau segelas wine chardonnay.
Coba juga minta izin sama sang pelayan buat keliling kompleks, bersiaplah menemukan banyak tempat memukau!



Spot nulis asyik: Bale-bale menghadap Sungai Ayung!
Boleh coba: Sate Tempe & Ayam Bumbu.

2. Cafe Vespa
Lokasi: Jl. Penestanan


Menunya beragam, dari japanese sampai lebanese; dari sushi set sampai saus hummus! Menunya juga bisa mendua; berdaging atau vegetarian.
Teh herbalnya juga juara menyembuhkan rada tenggorokan dan migren.

Spot nulis asyik: Meja panjang ujung ruangan; bisa gabung sama pengunjung lain, kali aja kan jodoh.
Boleh coba: Cheese Platter & Vegetable Stack. Coba juga roti Ciabatta yang dibuat setiap hari, colek pakai mentega hangat. Pilihan teh herbal: lemongrass herb + spices & rooibos

3. Kopi Desa
Lokasi: Masih di Jl. Penestanan


Setiap cafe pasti berlomba menawarkan kenyamanan. Kopi Desa menawarkan kenyamanan bertandang ke rumah saudara di desa; dimulai dengan lepas sandal saat masuk ruangan.
Ruangan dihangatkan rak buku dan hiburan instan; entah dari pengunjung yang sekadar bermain gitar atau nonton film bareng lewat proyektor.

Boleh coba: mixed vegetable omelette, mocha coffee.
Meja nulis asyik: Di sofa bagian kanan teras. Bisa sekalian ngecengin yang numpang lewat.

Yang kocak, di depan Kopi Desa hampir selalu bertengger motor Vespa, yang sering membuat orang terkecoh nyangka mereka Cafe Vespa. Ide pembalasan: Cafe Vespa mungkin bisa pasang papan menu dengan tulisan “jual KOPI dari DESA”.

4. Round Bar
Lokasi: Masih di Jl. Penestanan juga. Tapi tenang, cafe berikutnya akan beda jalan, kok.


Dari Kopi Desa menuju Round Bar akan melewati liukan curam nan gelap, bikin deg-degan buat yang masih belajar motor dan bikin gelap linglung kalau siang-siang pakai kacamata hitam. Tapi kelamaan, penestanan jadi trayek menyenangkan buat ugal-ugalan. Hush!

Boleh coba: Aneka pizza, burger, dan uh... pukul 5-7 sore ada Happy Hours, 30% off buat cocktails.
Meja nulis asyik: di meja depan yang nyatu sama tiang. Musik raggae yang mereka putar bikin berasa di pinggir pantai!

5. Dapurku
Lokasi: Jl. Raya Ubud


Begitu masuk ke Raya Ubud dari Penestanan, lurus terus sampai nemu umbul-umbul & lampion berwarna-warni. Patokannya ada di antara apotek Guardian dan belokan ke Tirta Tawar.

Dapurku menyediakan menu parasmanan beragam yang menyenangkan lidah sunda saya. Yang seru, menu gonta-ganti setiap hari dan bisa request pula!Pernah suatu hari saya ngidam petai bakar, yang langsung dikabulkan mereka. HUAHH!!
Harganya pun murah memukau. Untuk gambaran: sepiring nasi uduk, perkedel 3 buah, sayur bayam, balado ayam, bakwan, telur rebus dan es teh manis dingin hanya 25 ribu rupiah! Psst, kerupuk gratis!
Setiap sore, mereka juga menyediakan menu bubur ayam dan berbagai sup hangat.

Boleh coba: Sup Iga, bahkan tulangnya pun enak dan lunak!
Meja nulis asyik: Lesehan paling depan yang menghadap jalan. Tapi kalau sekiranya lagi lapar berat, duduklah di meja paling belakang dekat meja buffet.


6. Abe Do
Lokasi: Jl. Tirta Tawar
Dari Dapurku tinggal lurus dikit dan belok kiri!
Saya hobi jalan-jalan sore naik motor di Tirta Tawar atau Desa Kutuh ini, aspalnya mulus sekali dan relatif sepi. Pemandangan sawah hijau segar bikin hati bugar!
Eits, hati-hati warung organik Abe Do-nya malah kelewatan! Tempatnya mini, jadi datanglah di jam-jam non-orang-kebanyakan-laper.



Boleh coba: aneka jus sayur buah organik & grilled chicken.
Meja nulis asyik: meja paling belakang menghadap pintu.

7. Kebun Bistro
Lokasi: Jl. Hanoman


Dari Tirta Tawar, kita ke Raya Ubud lagi, belok ke Hanoman!
Dekorasi Kebun Bistro membuat kita berasa tiba-tiba ada di sebuah cafe pinggir jalan Prancis. Perhatikan saja tempat lilin atau lampu chandelier mereka, membuat siapapun yang kita temui ingin bilang J'aime beaucoup ce que vous faites!

Boleh coba: French onion soup, tenderloin beef steak.
Kopi italian dark roast pakai french press.
Meja nulis asyik: Di bangku paling luar. Di Kebun Bistro paling asyik nulis pakai pulpen! Mari kembali ke notebook yang sesungguhnya.


8. Kafe
Lokasi: Jl. Hanoman


Masih sejajaran dengan Kebun Bistro, tinggal jalan dikit, menclok ke Kafe!
Iya, namanya memang Kafe. Jadi kalau diajak “Ke Kafe, yuk!” lalu kita tanya “Cafe mana?” dan alisnya mengerut, bisa dipastikan cafe yang ia maksud adalah Kafe!


Meja nulis asyik: Di mana pun di lantai 2. Kalau lagi adem, pilih area balkoni.
Boleh coba: Pesto & Herb Feta Cheese. Minta ekstra Olive Oil. Aih sedapnya!


9. Pizza Bagus
Lokasi: Jl. Raya Pengosekan
Dari Hanoman mari lurus terus sambil curi-curi pandang sebelah kanan, siap-siap belok ke Pizza Bagus! Dan saya setuju, pizzanya memang bagus, baik dari tampilan, harga dan rasa.
Selain makan, di sini juga bisa belanja keperluan pangan. Kapsul kapsul kopi untuk mesin pun tersedia dengan menawan. Bumbu-bumbu rempah pun bertebaran penuh pesona.

Boleh coba: Pizza apa pun dengan ekstra mozarella!
Meja nulis asyik: Di meja tinggi kanan dekat pintu masuk.


10. Warung Sopa
Lokasi: Jl. Nyuh Kuning


Dari Raya Pengosekan, lurus terus ke arah selatan (sudah seperti orang Bali gak sih; pakai arah mata angin), siap-siap belok kanan ke Jl. Nyuh Kuning. Perlambat langkah atau kendaraanmu, Warung Sopa ada di sebelah kanan, tidak jauh dari persimpangan.
Setiap ke Warung Sopa, saya mendadak rela kalau ditakdirkan jadi vegetarian selamanya!


Boleh coba: lumpia pakai sambal matah. Setiap Rabu dari 9 pagi sampai 1 siang ada Ubud Organic Market.
Meja nulis asyik: Di lesehan sambil disapa angin sepoi-sepoi.

Berakhir sudah tur Ubud edisi ngafe-ngafe ala penulis ini. Kalau kaki pegal, di sebelah Warung Sopa ada pijat refleksi, loh!

Selamat berkeliling ria & menulis sadis!


2 comments:

  1. Hai, Kak Vabyo! ^^

    Mau dicatetin ah semua nama cafenya.
    Soalnya Agustus lalu belum sempat ke Ubud tapi malah ke Ubung *curhat* :D

    Have a nice day!

    ReplyDelete
  2. Rujukan menarik yang harus dikunjungi selama di Ubud. Kalau penginapan yang ramah dengan backpaccker dimana???

    Mohon info lebih lanjut Kak Vabyo. Terima Kasih

    ReplyDelete

Bebas komentar apa saja, asal damai. Terima kasih banyak :*