Search This Blog

Sunday, August 18, 2013

Talk Show Buku Malah Berlagu

Kalau saja tidak ada yang memanggil, saya pasti masih tercekat di dalam bangunan kuno Balai Soedjatmoko, mengagumi ubin keramik batik dan ukiran kaca ventilasi. Saya selalu betah mendiami rumah lawas, sambil membayangkan keriaan para tuan lama. Dari kabar sang penjaga, rumah lawas ini pernah dimiliki Saleh Mangoendiningrat, seorang dokter pribadi Paku Buwono X.

Akhirnya saya putuskan untuk menunda kekaguman ini, sambil melangkah ke ruangan sebelah demi perhelatan gelar wicara buku saya.

Ah, syukurlah, tampak beberapa barisan kursi telah terisi, dan sang moderator telah duduk manis di panggung. Sambil menyiapkan otak untuk beberapa jawaban yang sudah sering dipertanyakan, saya duduk di kursi yang telah dinanti.

"Nyanyi lagu, dong?" Sepintas saya tercenung dengan permintaan sang moderator, apa jangan-jangan ini kursi untuk acara jumpa pesinden?

"Kamu kan suka nulis lirik juga?"

Oh, iya sih. "Bener. Tapi kan saya penulis yang bukan penyanyi," kilahku sambil meringis asem.

"Dikit aja, dikit aja!" Beberapa penonton yang kulihat pun mengangguk-angguk dengan wajah penuh harap.

Akhirnya berkumandanglah nada-nada sumbang mencemari kesyahduan sore itu. Di antara penonton yang tadi mengangguk-angguk, kini bergeleng-geleng.

Semoga ubin cantik di balai tadi tidak retak.

***

Berhubung beberapa kali talkshow buku malah diminta berdendang (plus terkadang harus disertai gerak tari), akhirnya saya memutuskan berbagi aib ini. Jadi nanti kalo dipaksa lagi, tinggal lip-synching saja ya!

Oh ya, setiap menulis lirik lagu, saya menyediakan beberapa versi, termasuk edisi porno. Tapi biar gak terlalu kejang, untuk pameran lagu pertama, dengarkan dulu saja aransemen baru Ahh yang saya tulis untuk album pertama SM*SH dalam versi sok akustik yang saya mainkan tengah malam di atas loteng dengan gitar tanpa dua senar ini.

Selamat sebel!

1 comment:

Bebas komentar apa saja, asal damai. Terima kasih banyak :*