Search This Blog

Wednesday, April 05, 2006

Tukang TENUNG

"Persetan dengan orang yang bilang cinta itu tulus tanpa syarat!!
Pembual buat orang yang selalu bilang cinta bukan berarti memiliki!!..."


Statement seperti diatas, memaksa otak sebagian orang untuk memanipulasi keadaan dengan berbagai intrik intrik agar cinta penuh syarat tampak seperti tulus dan harus dimiliki dengan penuh pemaksaan!!

Intrik-intrik tersebut dapat dilakukan oleh Satu Pelaku, untuk Satu (atau lebih) Korban, dengan Tujuh macam Aksi intrik

Intrik 1 : Barang Bukti Palsu

Banyak orang yang merasa berharga, ketika tampak dikejar cinta.
Banyak orang yang merasa berharga ketika (tampak) menolak cinta dari seseorang (yang sebenarnya dicintainya).

Slogan : “ Mmh, gimana ya? Dia suka banget ama gue. Liat deh SMS dari dia!!

Image hosting by Photobucket

Modus oprandi : Si Pelaku akan memperlihatkan SMS dari si Korban pada orang-orang, yang isinya kurang lebih adalah pernyataan cinta.

Dampak : Tentu saja orang akan langsung percaya, karena barang bukti berbentuk SMS tampak sangat nyata dan susah dimanipulasi. Benar-benar tampak terkirim dari si Korban.

Fakta : Si Pelaku dengan berbagai cara meminjam HP korban, dan mengirimkan SMS berisi ‘pernyataan cinta’ ke nomor sendiri (si Pelaku).

Antisipasi : Tolak permintaan si Pelaku bila ingin melihat-lihat HP atau numpang SMS. Kalo sampai terpaksa meminjamkan HP pada si Pelaku, awasi terus apa yang dia lakukan. Kalo gagal, selalu periksa ‘Sent Items’, semoga saja dia lupa menghapusnya!!

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: ##
Hukuman yang pantas: Penjara maksimal 10 tahun + amputasi 5 jari tangan kiri dan kanan.




Intrik 2 : Menghilangkan sebagian barang bukti.

Masih mirip-mirip dengan intrik 1, tapi tidak selicik modus oprandinya, tapi cukup cerdas dalam memanipulasi keadaan. Dan, heii, sekali lagi, banyak orang yang merasa berharga, ketika tampak dikejar cinta, walaupun sebenarnya dialah yang mengejar!!

Slogan : “ Gila ya, dia ngirimin SMS terus !! Gimana dong? Gimana dong?!”

Modus oprandi: Pelaku akan memperlihatkan SMS dari korban, isinya kurang lebih adalah flirting line, atau sekedar pertanyaan basa-basi, daily report dan sebagainya.

Dampak : Tentu saja orang akan langsung percaya, karena barang bukti berbentuk SMS tampak sangat nyata dan susah dimanipulasi. Benar-benar tampak terkirim dari korban.

Fakta : Si Pelaku tidak akan pernah bilang, kalo SMS yang diperlihatkannya itu adalah SMS balasan dari si Korban (pada si Pelaku). Si Pelaku akan menciptakan situasi yang terganggu, padahal dialah yang mengganggu (terlebih dahulu)

Antisipasi : Kalo nge Reply SMS, kondisikan selalu agar isi SMS tersebut adalah SMS balasan! Misalnya dengan menyelipkan kata-kata
-- ‘halo juga’.
-- ‘wuih, gak nyangka dapet SMS dari lo’
-- ‘ sorry baru bales’.
-- Atau sekalian yang saklek : ‘ini adalah SMS balasan…’

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: #
Hukuman yang pantas: Penjara maksimal 5 tahun + amputasi jempol tangan kiri dan kanan.




Intrik 3 : Ratu Drama

Image hosting by Photobucket

Diperlukan akting penuh yang tidak main-main untuk melakukan aksi ini..

Slogan : “Gue mencintai lo apa adanya, sehidup semati, gue pengen berkomitmen sama lo..”

Kita sering tertipu dengan cinta apa adanya, karena banyak yang merupakan kedok dari cinta yang ada apa (apa) nya..

Modus oprandi : Si Pelaku tampak benar-benar mencintai si Korban. Kemana-kemana selalu berdua dalam segala suasana. Si Pelaku juga tampak sangat nge-blend dengan teman-teman atau keluarga si korban.

Dampak : Si pelaku akan benar-benar dapat diterima oleh lingkungan pertemanan atau keluarga si korban. Bahkan sangat diterima..

Fakta : Si pelaku hanya ingin menjadikan si Korban untuk batu loncatan! Dia sebenarnya mengincar teman atau saudara si korban.

Antisipasi : Bila sudah terlanjur, jangan kenalkan si Pelaku dengan teman dan keluarga dalam 3 tahun pertama!!

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: #####
Hukuman yang pantas: Penggal Kepala dan Kelamin




Intrik 4 : Simpati untuk Iblis

Slogan : “aduhh, jantungku lemah, nafasku sesak, pandanganku kabur, tinja berdarah!

Image hosting by Photobucket

Modus oprandi : Si Pelaku selalu merasa kesakitan pada peluang dan saat yang tepat.

Dampak : Korban benar-benar ber simpati, dan jatuh ke pelukan si Pelaku.

Fakta : Si Pelaku hanya memanfaatkan penyakitnya untuk menarik simpati si Korban, terlepas dari apakah penyakitnya itu memang benar-benar kronis atau hanya akting.

Antisipasi : Bila dia mengeluh, langsung bawa ke dokter spesialis penyakit yang bersangkutan. Pastikan dokter memberikan hasil visum penyakit, dan pastikan dokter tersebut tidak diajak kerja sama dengan si Pelaku!!

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: ####
Hukuman yang pantas: Operasi malpraktek tanpa bius pada seluruh organ vital



Intrik 5 : Ratu Drama dalam Drama

Slogan : “aku hamil…”

Image hosting by Photobucket

Modus Oprandi : Si pelaku (benar-benar) hamil, minta pertanggung jawaban si Korban.

Dampak : Korban panik (atau sok tenang), dan melakukan aksi pertanggung jawaban .

Fakta : Si Pelaku diam-diam mengambil sperma dari kondom si korban,dimasukan pada vagina (atau anus bagi orang goblok). Atau menggunting sedikit ujung kondom agar bocor, atau menggores sedikit ujung kondom dengan kukunya yang panjang sampai robek..

Antisipasi : Bawa kondom sendiri, pakai sendiri, dan langsung buang sendiri bila sudah dipakai. Atau bila tanpa kondom, ketika orgasme buang sperma pada bak air. Ingat, sperma tidak akan bertahan lama dalam air!

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: ##
Hukuman yang pantas: Penjara 30 tahun + potong klitoris + pengangkatan rahim




Intrik 6 : pura-pura hilang ingatan

Slogan : “Itu bukan gue... ”

Image hosting by Photobucket

Awalnya begitu indah. Begitu semua terlewati, dia hanya akan berdalih. Tidak Lebih. Dan akan mengeluarkan slogannya, "itu bukan gue.."

Modus Oprandi : Si pelaku memperlakukan si korban penuh perhatian dan berhasil membuat momen begitu indah, hanya pada awal pertemuan saja.

Dampak : Si Korban kurang lebih bisa terbuai rayuan Si Pelaku yang tampak tulus.

Fakta : Si Pelaku saat itu hanya ingin tidur dengan anda. Tidak lebih.

Antisipasi : Jangan pernah tertipu pada pandangan dan perlakuan pertama, bahkan kedua dan mungkin ketiga..

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: #####
Hukuman yang pantas: Cukup penjara seumur hidup. Biarkan dia dibalas perlakuan hal yang sama oleh para sipir penjara




Intrik 7 : Lempar Intrik sembunyi titit

Slogan : “Gue gak gitu!! ”

Modus Oprandi : Si pelaku ngeless ketika ketahuan melakukan salah satu dari intrik-intrik diatas.

Dampak : Si pelaku menuduh balik baik korban, maupun teman-teman korban.

Fakta : Si Pelaku panik modus operandinya ketahuan..

Antisipasi : Tidak diperlukan. Biarkanlah Putih menunjukkan Putihnya, dan Hitam menunjukkan Hitamnya..pada waktu yang tepat...

Akting yang dibutuhkan si Pelaku: ######
Hukuman yang pantas: Cincang Tubuh jadi 579 bagian



Boleh saja, kalo kamu mengganggap salah satu atau semua aksi di atas mengada-ngada atau bodoh belaka..
Tapi mungkin tanpa disadari, kita bisa jadi pelaku atau juga korban, atau pelaku sekaligus korban..
Dan kadang-kadang kalo kita menganggap sesuatu bodoh, justru seringkali kitalah yang sedang dibodoh-bodohi… Heuh!

7 comments:

  1. This is the very best essay of yours! Disini keliatan banget kamu anak hukum. He3

    ReplyDelete
  2. bud, bukannya ini re-launch ya? dulu dah pernah gitu?

    ReplyDelete
  3. Anonymous2:03 PM

    aduh, kena banget deh bagian "....Dan kadang-kadang kalo kita menganggap sesuatu bodoh, justru seringkali kitalah yang sedang dibodoh-bodohi…"

    Uuh :(

    ReplyDelete
  4. wakakak... gw pernah ngelakuin intrik yg nomer 4 & itu berhasil...

    sebelom gw dioprasi tanpa bius, gw suntik mati dulu area vital gw dunk...

    ReplyDelete
  5. MArisha9:13 AM

    Anjrroot, yang intrik 1 + 2 kok kayanya gue kenaa deh!?!? ihh serem. BTW, lo ngarang apa pengalaman sih?

    ReplyDelete
  6. vb, aku hamil.... huahahahahah
    *halah ketemu aja jarang emang bisa hamil? kamyu lagi sibuk yah? wiken mo k bdg nih klo jadi. mizz u mizz u my gigantis friend

    ReplyDelete
  7. Anonymous4:18 PM

    it's just love dude...no need to think as complecated as that...

    ReplyDelete

Bebas komentar apa saja, asal damai. Terima kasih banyak :*